Menhub Akan Libatkan PO Bus Agar Tidak Kehilangan Omset

Menteri Budi menegaskan, untuk bus yang tidak laik jalan, jangan berharap bisa diajak kerja sama dalam program mudik gratis 2019. Menteri Budi menegaskan, untuk bus yang tidak laik jalan, jangan berharap bisa diajak kerja sama dalam program mudik gratis 2019. IST

Berita9.com - Sejumlah Perusahaan Otobus (PO) memprotes kebijakan Kementerian Perhubungan yang gencar menggelar mudik gratis. Ya, PO Bus itu kehilangan omset.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi bilang, tahun depan, kemenhub akan melibatkan PO bus. Konsekuensinya, para PO Bus itu harus mampu menyediakan kendaraan dalam kondisi yang prima.

"Saat ini baru bus pariwisata, Nanti banyak PO akan kita libatkan. Tidak usah pusing mereka enggak dapat mudik gratis. Tapi mereka harus memperbaiki bus yang layak pakai," kata Budi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Budi menegaskan, untuk bus yang tidak laik jalan, jangan berharap bisa diajak kerja sama dalam program mudik gratis 2019.

Dia mengungkapkan, selama arus mudik 2018, ditemukan sekitar 25% bus yang tak laik jalan. Angka ini diklaimnya turun ketimbang mudik 2017.

"Angka tahun sebelumnya belum menurun, masih menjadi PR besar. Karena industrinya belum baik," kata Budi.

Selain itu, untuk memajukan sistem transportasi bus, pihaknya menyarankan untuk beberapa PO bus yang belum merambah ke dunia digital dalam proses ticketing, diimbau agar transportasi bus semakin berkembang.

"Kalau dia (PO bus) mau baik, harus dengan tiket online, jadi sistemnya terstruktur," imbuhnya.

Lebih lanjut, untuk mengantisipasi pihak yang masih menjalankan bus yang tidak layak pakai, akan diberikan sanksi pencopotan izin trayek dan izin PO.

"Kalau bus yang tidak layak pakai di parkir di garasi enggak ada hukuman. Tapi kalau sudah keluar jalan ada hukuman, kita hilangkan izin trayek dan kalau sudah masif kita bekukan izin PO-nya," tutupnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top