Menkominfo Masih Cari Solusi Penyalahgunaan Data

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara IST

Berita9.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika belum bisa memberikan solusi terkait penyalahgunaan data yang telanjur terjadi selama registrasi kartu seluler prabayar.

"Tunggu sebentar lagi, sudah rapat kemarin sama penegak hukum. Intinya kita semua harus bersih, enggak boleh main-main," ucap Menkominfo Rudiantara di Jakarta, Selasa (13/3).

Di saat bersamaan, Rudiantara menyarankan masyarakat yang data pribadinya dipakai orang lain untuk registrasi untuk melapor ke operator seluler terkait.

Proses registrasi kartu prabayar menjadi sorotan belakangan ini karena ada aduan dari masyarakat yang mendapati datanya dieksploitasi oleh orang asing. Salah satu korban dari penyalahgunaan data itu adalah pelanggan Indosat Ooredoo yang mengaku NIK miliknya didaftarkan 50 nomor prabayar tak dikenal.

Nihilnya mitigasi penyalahgunaan data ini menjadi perhatian Damar Juniarto, peneliti dari Safenet. Damar melihat pemerintah belum menyiapkan langkah mitigasi jika terjadi penyalahgunaan data.

"Ini wilayah yang sudah enggak steril lagi, data-datanya sudah tersebar," ucapnya.

Pratama Persadha, pakar keamanan siber dari CISSRec, dalam suatu diskusi pernah mengingatkan pemerintah soal celah di dalam proses registrasi kartu prabayar pada awal November 2017 silam. Saat itu Pratama sudah membuktikan bahwa registrasi kartu prabayar bisa diakali dengan data orang lain yang tersebar di internet.

"Yang saya lakukan cuma contoh tapi itu membuktikan ada celah di prosesnya," kata Pratama kala itu.

Pemerintah, melalui Kemenkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) berulang kali menegaskan tak ada kebocoran data dalam registrasi kartu seluler prabayar. Yang terjadi menurut mereka adalah keberadaan data yang tercecer di internet yang kemudian disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

I Ketut Prihadi, anggota BRTI, menyatakan pemerintah hendak menginvestigasi masalah registrasi ini. Wacana meminta penyedia mesin pencari untuk menghapus gambar KK atau KTP di internet pun sempat muncul untuk menanggulangi penyalahgunaan data tersebut.

"Bertahap ya. Sekarang persuasif dulu meminta masyarakat agar lebih berhati-hati menyimpan data pribadinya. Setelah itu akan ada investigasi dan meminta ke sana (penyedia mesin pencari)," imbuh Ketut

(**/CIN)

Rate this item
(0 votes)
Go to top