Netizen Hingga Ulama Ramai Tagarkan #PindahIbuKotaUntukSiapa

Netizen Ramai Tagarkan #PindahIbuKotaUntukSiapa Netizen Ramai Tagarkan #PindahIbuKotaUntukSiapa IST

Berita9.com - Masyarakat masih ramai merespons kabar pengumuman pemindahan ibu kota baru ke dua kabupate di Kalimantan Timur. Sejak Senin siang 26 Agustus 2019 sampai Selasa 27 Agustus 2019, respons soal ibu kota baru di media sosial masih bermunculan. 

Kemarin, tagar #IbuKotaBaru, topik Penajam paser Utara, topik Kalimantan Timur, topik Kutai Kartanegara ramai menjadi perbincangan warganet di Twitter. 

Setelah berganti hari, tagar seputar ibu kota baru masih muncul dan diperbincangkan. Tapi bedanya, kini tagar yang muncul bernada kritik dan skeptis kepada pemerintah.

Tagar yang dimaksud yaitu #PindahIbuKotaUntukSiapa. Selain itu, bertautan dengan tagar tersebut juga muncul tagar lainnya yaitu #HilangnyaHargaDiriBangsa. 

Warganet yang mencuit tagar #HilangnyaHargaDiriBangsa beragam ekspresi. Ada yang mengaitkan dengan penanganan pemerintah pada masalah Papua, ada pula yang menggunakan tagar tersebut untuk mengomentari isu pindah ibu kota dan masalah kepemimpinan sampai sosial ekonomi.

Dua tagar ini sejauh ini belum memuncaki trending topic Twitter namun masuk dalam daftar tagar populer di Twitter.

Lebih menariknya lagi, Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnain, turut mengingatkan akan ancaman nyata dari China soal pindahnya ibu kota.

Menurutnya, ibu kota baru justru membuat pertahanan Indonesia lemah, lantaran posisinya yang tegak lurus dan terbuka. Sehingga begitu mudahnya diserang oleh militer China. Ia pun meminta ahli intelijen berbicara, tidak diam.

"Malah, secara pertahanan sangat mudah dijangkau China dengan kapal perang, pesawat tempur, bahkan rudal China. Lurus dan terbuka! BAHAYA. Para ahli intelijen bicaralah. Jangan diam saja!" kata dia, lewat cuitan di akun jejaring sosial Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, terkutip Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Tak hanya itu, Tengku Zulkarnain menilai pemindahan ibu kota tidak meningkatkan nilai ekonomi apapun bagi negara dan rakyat Indonesia.

"Pindah ibu kota sama sekali tidak meningkatkan nilai ekonomi apapun bagi negara dan rakyat Indonesia," tuturnya.

Seperti diketahui, Joko Widodo resmi mengumumkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupetan Penajam Paser Utara, keduanya di Kalimantan Timur, sebagai lokasi ibu kota baru Republik Indonesia.

"Kita intensifkan studinya selama tiga tahun ini. Hasilnya menyimpulkan bahwa lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur," ujar Jokowi, (26/8).

Ia mengungkapkan, rencana pemindahan ibu kota sudah digagas sudah lama, bahkan sejak Presiden Soekarno. Bahkan, selama 74 tahun merdeka, Indonesia belum pernah merancang sendiri ibu kotanya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dalam Konsep Desain Ibu Kota Baru, juga telah merancang Istana Presiden satu garis lurus dengan gedung DPR/MPR.

Lokasinya berada di satu poros paling simbolik, yakni Poros Ketuhanan, sesuai sila pertama dalam Pancasila. Melintang dari arah Selatan ke Utara. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top