OJK Temukan 407 Fintech Tak Berizin

Direktur Pengawasan LJK, Indra Yuheri saat memberi keterangan pers di Taman Safari, Pregen, Pasuruan, Jawa Timur Direktur Pengawasan LJK, Indra Yuheri saat memberi keterangan pers di Taman Safari, Pregen, Pasuruan, Jawa Timur IST

Berita9.com - Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer-to-peer lending namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

"Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menemukan 182 entitas yang melakukan kegiatan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (fintech peer-to-peer lending) tanpa izin OJK sesuai POJK 77/POJK.01/2016 yang berpotensi merugikan masyarakat," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam Lumban Tobing, dalam siaran persnya yang ditulis, 23 September 2018, di Malang, Jawa Timur.

Dengan temuan ini, lanjut Tongam, jumlah peer-to-peer lending tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi menjadi 407 entitas. Dua platform dari 227 aplikasi peer-to-peer lending tak berizin yang ditemukan sebelumnya telah terdaftar di OJK, yaitu Bizloan dan KTA Kilat. Bizloan merupakan aplikasi milik dari PT Bank Commonwealth sedangkan KTA Kilat merupakan  milik dari PT Pendanaan Teknologi Nusa.

Satgas Waspada Investasi meminta entitas fintech peer-to-peer lending tersebut untuk menghentikan kegiatan. Selanjutnya mereka diminta menghapus semua aplikasi penawaran pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi. Menyelesaikan segala kewajiban kepada pengguna.

"Segera mengajukan pendaftaran ke OJK. Kami juga meminta masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan dengan entitas yang tidak berizin tersebut karena tidak berada di bawah pengawasan OJK dan berpotensi merugikan masyarakat," katanya.

Informasi mengenai daftar entitas fintech peer to peer lending yang terdaftar atau memiliki izin dari OJK dapat diakses melalui www.ojk.go.id. Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id.

Jika menemukan tawaran fintech peer to peer lending ataupun penawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat melaporkan melalui Kontak OJK 157, email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. atau This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it..

Sebanyak 67 Perusahaan fintech peer-to-peer lending terdaftar atau berizin sampai 4 September. Jumlah perusahaan yang dalam proses pendaftaran 40 dan perusahaan yang menyatakan berminat mendaftar 38 perusahaan.

Sementara hingga Juli, jumlah rekening penyedia dana (lender) peer-to-peer lending mencapai 135.025 entitas atau meningkat 33,77 persen jika dibandingkan jangka waktu yang sama dari tahun sebelumnya (year-to-date). Jumlah rekening peminjam (borrower) 1.430.357 entitas atau meningkat 450,91 persen year-to-date. Total penyaluran pinjaman hingga Juli mencapai Rp9,21 triliun atau meningkat 259,36 persen year-to-date, dengan NPL Juli 1,4 persen.

(**/SUR)

Rate this item
(0 votes)
Go to top