Ada Potensi Jokowi Bisa Dimakzulkan, Paloh Desak Usut Tewasnya Mahasiswa

Surya Paloh Surya Paloh IST

Berita9.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengakui pertemuan empat Ketum parpol koalisi dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu sempat membahas mengenai wacana Perppu KPK.

Menurutnya jika Perppu dikeluarkan Jokowi, maka ada potensi Jokowi dapat dimakzulkan. Paloh mengaku khawatir Jokowi diimpeach jika mengeluarkan Perppu KPK.

"Saya kira masalahnya sudah di MK kenapa kita harus keluarkan Perppu. Ini kan sudah masuk ke ranah hukum, ranah yudisial namanya. Salah lho, mungkin masyarakat dan anak-anak mahasiswa tidak tahu kalau sudah masuk ke ranah sana, Presiden kita paksa keluarkan Perppu, ini justru dipolitisir. Salah-salah Presiden bisa diimpeach karena itu. Salah-salah lho. Ini harus ditanya ahli hukum tata negara. Coba deh, ini pasti ada pemikiran-pemikiran baru. Kalau itu tuntutan pada anak-anak itu melihat itu," kata kata Paloh di gedung DPR, Senayan, Jakarta, (2/10).

Paloh pun yakin Jokowi belum memikirkan untuk mengeluarkan Perppu. Menurutnya sebaiknya menunggu proses gugatan di MK.

"Untuk sementara nggak ada. Belum terpikirkan mengeluarkan Perppu. Karena sudah masuk pada persengketaan di Mahkamah Konstitusi (MK), ya salah juga kalau mengeluarkan perppu. Jadi kita tunggu dulu bagaimana proses di MK melanjutkan gugatan itu. Jadi yang jelas presiden bersama seluruh partai-partai pengusungnya mempunyai satu bahasa yang sama," tandasnya.

Seperti diketahui, UU KPK yang baru menuai kontroversi karena dinilai melemahkan KPK dalam memberantas korupsi. UU itu pun menjadi pro dan kontra, ada yang menolak dan ada pula yang mendukung. Namun desakan penolakan UU KPK yang baru terus bertambah.

Ia juga ikut bersuara terkait meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, yang melakukan aksi demonstrasi pada Kamis (26/9).

Paloh mengaku prihatin dan menyampaikan duka mendalam atas insiden itu. Dia meminta aparat mengusut kasus itu dengan terang benderang.
 
"Partai NasDem berharap agar pihak yang berwenang mampu mengusut hingga tuntas penyebab tewasnya Immawan Randy, mahasiswa Universitas Halu Oleo, Kendari, dalam aksi tersebut, demi terpenuhinya rasa keadilan," kata Paloh dalam keterangan tertulis, Jumat (27/9).
 
Mahasiswa meninggal kini bertambah menjadi dua, dari universitas yang sama, yakni Yusuf Kardawi (19).
 
Paloh mengimbau aparat keamanan agar senantiasa menggunakan cara-cara nonrepresif dalam menghadapi dan mengamankan jalannya aksi mahasiswa tanpa mengabaikan sikap tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.
 
Paloh menilai perjuangan mahasiswa karena hal tersebut merupakan cerminan kehidupan demokrasi yang baik. Menurut Paloh, kesadaran mahasiswa untuk turun ke jalan juga mencerminkan bahwa kalangan kampus peduli dan kritis terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
 
"NasDem menyerukan semua pihak untuk menahan diri, karena pada dasarnya apa-apa yang menjadi tuntutan yang selama empat hari ini disuarakan oleh mahasiswa telah didengar dan diapresiasi, baik oleh DPR maupun Presiden Jokowi," katanya.
 
"Beberapa RUU yang digugat telah ditunda pembahasannya," tambahnya.
 
Lebih jauh, Surya Paloh berpandangan, apa-apa yang menjadi materi tuntutan dari mahasiswa adalah sesuatu yang memang menjadi bahan diperdebatkan baik di ruang formal maupun ruang publik.
 
"Partai NasDem mengimbau kepada semua pihak untuk mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan kelompok, apalagi perorangan. Hindari perpecahan dan tindakan yang akan merugikan kepentingan umum," pungkasnya. (*)
Rate this item
(0 votes)
Go to top