Pedagang Telor Asin Rugi Akibat Tol Brebes

Omzet sejumlah penjual telur asin dan bawang merah di wilayah Brebes, Jawa Tengah, anjlok signifikan Omzet sejumlah penjual telur asin dan bawang merah di wilayah Brebes, Jawa Tengah, anjlok signifikan IST

Berita9.com - Tidak semua orang senang dengan pembangunan jalan tol. Tidak percaya? Coba tanya pedagang telor asing asal Brebes, Jawa Tengah.

Saat ini, omzet sejumlah penjual telur asin dan bawang merah di wilayah Brebes, Jawa Tengah, anjlok signifikan saat libur Lebaran 2018. Padahal biasanya mereka mereguk keuntungan berlipat ganda saat libur Lebaran.

Adalah Sofiatun, pedagang telur asin dan bawang merah khas Brebes, mengeluhkan sepinya pembeli. Kiosnya yang berada di Jalan Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, terlihat lengang.

"Penjualannya turun kalau dibanding tahun lalu. Tidak banyak pemudik yang berhenti dan mampir beli telur asin dan bawang merah saya," kata Sofiatun.

Ia mengatakan, pada hari-hari biasa, ia bisa menjual telur asin berkisar 5kg-6kg per hari. Namun, tahun ini paling banyak terjual 3kg-4kg per hari.

Sofiatun menyampaikan, tahun lalu, saat tol Pejagan-Pemalang belum beroperasi, kendaraan keluar melalui pintu tol Brebes Timur (Brexit). Kondisi ini membawa berkah baginya karena dagangan laris manis.

"Sehari minimal bisa 7kg-11kg telur asin per hari. Untuk tahun ini jarang kendaraan yang keluar dari Brexit dampaknya para pedagang pendapatnya menurun," kata pemilik Kios Brexit itu.

Kiosnya yang berdiri sejak 6 tahun lalu itu berada tepat di seberang pintu tol Brexit.

Kios itu menyediakan telur asin rebus dan panggang yang dibanderol Rp4.500 per butir. Sedangkan, harga bawang merah dipatok Rp35 ribu per kg.

Sofiatun berharap, para pemudik yang ingin membeli oleh-oleh berupa telur asin dan bawang merah khas Brebes, bisa keluar melalui Brexit (Brebes Exit) terlebih dahulu.

Keluhan serupa disampaikan Tjahyaningsih (36), penjual telur asin dan bawang merah di wilayah Ketanggungan, Brebes. "Berkurang jauh dibanding tahun lalu, kalau dulu musim mudik bisa sampai 10 kg perhari sekarang paling 3 kg saja sudah untung," kata Tjahyaningsih.

Pemilik kios telur asin Wijaya, Jaya (56), mengakui hal serupa yakni penurunan omzet yang sangat signifikan. Ia bisa memasarkan sampai belasan kg per hari saat mudik tahun-tahun sebelumnya, namun tahun ini tidak sampai separuhnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top