Pengacara Australia Menggugat Aung San Suu Kyi

Gugatan yang diajukan oleh pengacara Daniel Taylor dan Alison Battison dari firma hukum Human Rights for All itu diajukan ke Pengadilan Magistrat Melbourne Gugatan yang diajukan oleh pengacara Daniel Taylor dan Alison Battison dari firma hukum Human Rights for All itu diajukan ke Pengadilan Magistrat Melbourne IST
Berita9.com - Para pengacara Australia yang mewakili komunitas Rohingya melayangkan gugatan terhadap Aung San Suu Kyi yang dianggap melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan. Gugatan dilayangkan di saat yang sama Suu Kyi menyambangi Sydney untuk menghadiri KTT ASEAN-Australia.
 
Gugatan yang diajukan oleh pengacara Daniel Taylor dan Alison Battison dari firma hukum Human Rights for All itu diajukan ke Pengadilan Magistrat Melbourne pada Jumat lalu. Dalam gugatan tersebut dikatakan, Suu Kyi bertanggung jawab atas pembantaian Rohingya oleh tentara Myanmar di negara bagian Rakhine sejak Agustus tahun lalu.
 
Akibat pembantaian itu, sekitar 700 ribu warga Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Permasalahan ini memicu keprihatinan dunia, termasuk juga para pemimpin ASEAN dan Australia yang membahasnya dalam KTT.
 
"Dia gagal melakukan tindakan yang diperlukan dengan kekuatannya untuk mencegah atau menghentikan tindakan tersebut, atau menyerahkan masalah itu kepada otoritas yang kompeten untuk diselidiki dan diadili," ujar laporan gugatan.
 
Gugatan ini baru akan dilanjutkan dengan tindakan hukum setelah mendapatkan persetujuan dari Jaksa Agung Australia Christian Porter. Untuk itu, komunitas Rohingya di Australia telah membuat petisi agar Porter tergerak melanjutkan gugatan tersebut.
 
"Laporan saksi mata yang kredibel mengungkapkan kejahatan terhadap Muslim Rohingya oleh aparat keamanan Myanmar, termasuk pembunuhan tanpa proses pengadilan, penghilangan paksa, kekerasan, perkosaan, penahanan, dan penghancuran properti dan seluruh desa. Nyonya Kyi membantah peristiwa ini telah terjadi," ujar pernyataan para pengacara Rohingya.
 
Salah satu pengacara senior Australia Ron Merkel yang turut dalam jajaran pengacara pembela Rohingya, seperti dikutip dari The Independent, mengatakan apa yang terjadi terhadap Rohingya telah "jelas menunjukkan kejahatan terhadap kemanusiaan" berdasarkan yurisdiksi universal Australia.
 
Tetapi gugatan tersebut harus kandas di tengah jalan. Pasalnya menurut juru bicara Jaksa Agung, Suu Kyi punya kekebalan hukum berdasarkan hukum internasional.
 
"Di bawah hukum internasional, kepala negara, kepala pemerintahan, atau menteri luar negeri kebal dari gugatan kriminal di luar negeri. Mereka tidak boleh ditangkap, ditahan, atau diadili," kata juru bicara Porter.
 
Usai menghadiri KTT ASEAN-Australia di Sydney, rencananya Suu Kyi akan ke Canberra pada Senin (19/3). Dia dijadwalkan berpidato di kantor lembaga think-tank Lowy Institute pada Selasa (20/3). Sejauh ini Suu Kyi belum mengeluarkan komentar apa-apa dalam kunjungan ke Australia, namun dia disebut akan segera memberi pernyataan kepada jurnalis.
 
(**/KM)
Rate this item
(0 votes)
Go to top