Pengelolaan Garam NTT Terhambat Akses Pemasaran

Petani garam tidak bisa berkembang dengan baik karena tidak ada pasar Petani garam tidak bisa berkembang dengan baik karena tidak ada pasar IST

Berita9.com - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto mengatakan pengembangan garam di provinsi berbasis kepulauan itu terhambat masalah pasar.

"Menurut saya, persoalan mendasar kita adalah pasar. Banyak petani yang mengembangkan garam, walaupun dalam skala kecil, tetapi tidak bisa berkembang dengan baik karena tidak ada pasar," katanya di Kupang, Sabtu (12/8/2017).

Dia mengemukakan hal itu berkaitan dengan rendahnya produksi garam di daerah setempat yang luas wilayah lautnya lebih besar dari pada daratan.

Dia mengatakan sejak lama garam rakyat sudah dikembangkan di NTT, tetapi para petani tidak bisa meningkatkan kapasitas produksi karena tidak tidak bisa dipasok ke pasar yang luas.

Kalaupun bisa dipasarkan, harganyapun jauh di bawah standar dan tidak mampu membiayai kelanjutan usaha mereka.

"Banyak sekali usaha garam tetapi tidak ada akses pasar yang baik. Harga jualpun justeru memberi beban tambahan untuk petani," katanya.

Dia menambahkan daerah-daerah yang selama ini sudah memproduksi garam adalah Kabupaten Kupang, Nagekeo, Ende, Sabu Raijua, Timor Tengah Utara, dan Malaka.

Oleh karena itu, katanya, hal yang paling mendasar dalah memecahkan masalah garam secara nasional adalah bagaimana pemerintah menyiapkan mekanisme pasar yang memungkinkan setiap produsen bisa menjual hasilnya secara teratur.

Jika pasar bisa disiapkan dengan baik dan harga yang diberlakukanpun pada tingkat yang wajar yang memberi keuntungan, katanya, petani ataupun pengusaha akan berlomba-lomba untuk mengembangkan usaha garam.

"Saya yakin kalau pemerintah berani menetapkan standar harga yang layak, maka para petani akan berlomba-lomba mengembangkan garam," katanya.

(**/Ant)

Rate this item
(0 votes)
Go to top