Pompa Tenaga Surya Jadi Solusi Irigasi Saat Kemarau

Sekretaris Desa Karang Joho Klaten ketika menyaksikan ujicoba Sistem Pompa Air Tenaga Surya Sekretaris Desa Karang Joho Klaten ketika menyaksikan ujicoba Sistem Pompa Air Tenaga Surya IST

Berita9.com - Desa Karang Joho, satu diantara banyak desa di kabupaten Klaten yang menjadi lumbung padi. Tiga kali musim tanam dalam setahun untuk padi. Hanya saja di saat musim kemarau seperti sekarang ini biaya produksi yang dikeluarkan petani membengkak, mereka harus membeli solar untuk mengangkat air dari sungai ke sawah.

"Untuk mengoncori sawah pada musim kemarau butuh biaya tinggi. Setiap satu jam membutuhkan 10 liter solar. Padahal dalam 2-3 minggu air harus terus mengalir. Jadi biayanya besar," jelas Sinung Marwanto, Sekretaris Desa Karang Joho Klaten ketika menyaksikan ujicoba Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS) di tepi Sungai Dengkeng.

SPATS adalah hasil Inovasi baru teknologi tepat guna karya Chico Hermanu Brillianto Apribowo dan kawan-kawan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Pompa air dengan sumber energi surya diciptakan untuk menggantikan mesin pompa air irigasi dengan mesin diesel berbahan bakar solar yang jelas membebani petani.

"Sistem pompa air tenaga surya yang kami ciptakan, merupakan salah satu alternatif solusi yang efektif, hemat, dan efisien untuk menjaga sistem irigasi pertanian secara baik, terutama saat musim kemarau," jelas Chico.

Ada dua model SPATS dengan spesifikasi peralatan berupa panel surya dengan jumlah berbeda dan kapasitas pompa submersible yang juga berbeda. Model pertama dia sebut sebagai SPATS Generasi I menggunakan panel surya tunggal dan mesin pompa air berukuran kecil menghasilkan debit 5 liter per menit. Sedangkan model SPATS Generasi II menggunakan delapan panel surya dengan kapasitas mesin pompa air lebih besar menghasilkan debit air 15 - 20 m kubik.

SPATS sudah terbukti dapat dimanfaatkan dan dikembangkan masyarakat petani untuk memenuhi kebutuhan air irigasi. Untuk membuat satu unit SPATS Generasi II dengan 8 panel surya yang dapat menghasilkan tenaga listrik 800 watt, diperkirakan hanya memerlukan biaya Rp 25 juta.

Kehadiran SPATS sudah ditunggu-tunggu petani. Menurut Sinung, untuk pengadaan pompa tenaga surya senilai Rp 25 juta bisa dibiayai melalui dana desa atau dana bantuan ketahanan masyarakat dari propinsi. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top