Setelah Lebaran, Malioboro Akan Jadi Kawasan Semi Pedestrian Penuh

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto IST

Berita9.com - Realisasi penerapan kawasan semi pedestrian secara penuh di Malioboro direncanakan pada pertengahan tahun 2020 atau setelah Hari Raya Idul Fitri, sekitar Juni. Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY bekerja sama dengan Pemkot Yogyakarta masih akan melakukan beberapa uji coba menjelang hari libur, pada hari libur, pascalibur, hingga libur akhir pekan, untuk melihat dampak perpindahan arus lalu lintas dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan.

“Inilah yang akan menjadi dimensi evaluasi untuk ranah uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro. Kenapa semi pedestrian bukan full pedestrian? Karena Malioboro masih dilalui angkutan publik Trans Jogja, ambulans, kendaraan protokol Presiden, dan selebihnya hanya kendaraan tradisional andong dan becak kayuh,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Tavip Agus Rayanto di Kepatihan, (27/2).

Tavip menjelaskan, sebelum direalisasikan menjadi kawasan semi pedestrian Malioboro, pihaknya akan melakukan beberapa kali uji coba terlebih dahulu, sehingga kondisi random ini menghasilkan alur lalu lintas yang tidak menimbulkan kemacetan di sirip-sirip atau jalan pendukung di seputaran Malioboro.

“Kami akan lakukan beberapa uji coba kawasan semi pedestrian Malioboro bersama Dishub Kota Yogyakarta, yang mempunyai kewenangan di area tersebut bersama pihak Kepolisian,” katanya.

Perihal kantong parkir, Tavip menyampaikan, sesuai arahan Gubernur DIY Sri Sultan HB X, prinsipnya mendukung pengembangan kawasan dengan melakukan penataan kawasan semi pedestriam dan kantong-kantong parkir di Malioboro.

Opsi optimalisasi kantong parkir dan penambahan kantong parkir yang baru sudah disiapkan, termasuk menggunakan opsi aset UPN Veteran yang ada di dekat Hotel Mulia Purosani Ketandan.

“Pak Gubenur menjadi Dewan Pengawas UPN Veteran, sehingga beliau akan menjembatani tukar-menukar atau hibah aset sehingga bisa menjadi potensi kantong parkir baru. Kita juga masih ada kantong parkir seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali (ABA) dan Ngabean yang juga digunakan sebagai ruang terbuka hihau, Beskalan, P Senopati dan lainnya,” imbuhnya.

Gubernur DIY juga masih menyetujui diadakannya agenda Selasa Wage sehingga lalu lintas Malioboro ditutup, untuk atraksi seni budaya dan kegiatan bersih-bersih. Bahkan Walikota Yogyakarta juga akan ada agenda Kamis Pahing nantinya, yang merupakan bagian dari rekayasa lalu lintas Malioboro. Dengan demikian, jika kawasan semi pedestrian benar-benar diterapkan, masyarakat tidak kaget sekaligus menguji dampak perpindahan arus lalu lintasnya.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menambahkan, pihaknya siap memberikan dukungan penuh terkait penerapan kawasan semi pedestrian penuh di Malioboro. “Kami siap memberikan dukungan penuh, termasuk kegiatan uji coba,” kata Haryadi.

Menurutnya, kawasan Malioboro termasuk salah satu bagian penting dari Sumbu Filosofis Yogyakarta. Untuk itu keberadaan dan kelestariannya harus senantiasa dijaga secara bersama-sama. Salah satu caranya dengan melakukan penataan mengacu Peraturan Gubernur, mengingat di kawasan tersebut banyak terdapat benda atau bangunan cagar budaya yang harus tetap dipertahankan. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top