Stigma Teroris Tak Boleh Berdasarkan Tampilan Fisik

Cholid Mahmud saat berbicara di Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Cholid Mahmud saat berbicara di Sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara IST

Berita9.com - Kasus salah tangkap yang dilakukan aparat Kepolisian pada penjual cilok Suprihatin di Tamanan Banguntapan Bantul beberapa hari lalu turut disesalkan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DIY, Cholid Mahmud. 

Hal tersebut seakan seperti stigma teroris menjadi digebyah uyah hanya berdasar penampilan tanpa memiliki dasar dan bukti awal yang kuat.

Cholid mengatakan kepolisian sebenarnya sudah memiliki prosedur untuk menangkap seseorang yang diduga terkait jaringan terorisme. Tahapan mulai pendahuluan, indikasi hingga bukti awal seharusnya menjadi pedoman yang harus dilaksanakan untuk mencegah terjadinya salah tangkap seperti di Banguntapan kemarin. 

“Kalau semua tahapan terpenuhi maka baru dilakukan penangkapan. Jangan kemudian menjadi gebyah uyah karena mungkin pakai cadar atau berjenggot, berdasar tampilan fisik saja,” ungkap Cholid, Ahad (20/5/2018) 

Wakil rakyat DIY ini juga mengingatkan pihak kepolisian untuk lebih berhati-hati dalam melakukan penangkapan seseorang, terutama jika dikaitkan dengan kasus terorisme. Hal tersebut untuk menghindari persepsi negatif masyarakat terhadap seseorang yang ditangkap terlebih ketika ternyata tidak terbukti terlibat. 

“Ketika ditangkap dan dikembalikan karena tidak terlibat, maka aparat juga bertanggungjawab melakukan rehabilitasi sosial. Ini juga harus diperhatikan betul oleh petugas kepolisian, jangan sampai nanti ke belakang jadi masalah lagi,” sambungnya ditemui usai sosialisasi Tata Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Gedung Sekretariat Daerah DPD RI DIY. 

Senator DPD ini tetap berharap upaya pencegahan pelaku terorisme harus terus dilakukan aparat kepolisian meski ditengah keterbatasan belum disahkannya UU Terorisme yang masih diselesaikan Pansus DPR RI. “Polri harus benar-benar cermat dalam bertindak meski masih dibatasi belum bisa bertindak secara represif preventif,” pungkasnya. 

Di Banguntapan, Suprihatin seorang pedagang cilok diamankan petugas kepolisian, Kamis (17/5/2018) lalu meski akhirnya dilepas kembali pada malam harinya. Hingga kini belum diketahui pihak kepolisian dari mana yang melakukan penangkapan meski diduga kuat Densus 88 langsung dari Mabes Polri.

(**/KR)

Rate this item
(0 votes)
Go to top