Razan Sudah Angkat Tangan Tapi Masih Ditembak Tentara Zionis

Razan Al-Najar Razan Al-Najar IST

Berita9.com - Pasukan Israel kembali membunuh warga Palestina dalam bentrokan di perbatasan Gaza, jumat kemarin (1/6). Kali ini, penembak jitu Israel menembak seorang perempuan perawat Palestina tak bersenjata yang  sedang mencoba untuk membantu seorang pengunjuk rasa yang terluka. 

Kematian suster Razan Al-Najar menjadikan jumlah warga Palestina yang tewas sejak demonstrasi dimulai pada 30 Maret 2018 lalu ini, menjadi 119 orang. Demonstrasi dilakukan ratusan hingga ribuan warga Palestina yang menuntut pengembalian tanah-tanah Palestina yang dikuasai Israel, di jalur Gaza, wilayah yang dikuasai kelompok perlawanan Palestina Hamas. 

Najar, seorang sukarelawan medis berusia 21 tahun, ditembak ketika dia berlari menuju pagar perbatasan, di sebelah timur kota Gaza selatan, Khan Younis, dalam upaya untuk mencapai korban, kata seorang saksi.

Sebagimana dikutip Reuters, mengenakan seragam putih, "dia mengangkat tangannya tinggi-tinggi dengan cara yang jelas, tetapi tentara Israel melepaskan tembakan dan mengenai dadanya," kata seorang saksi mata yang minta namanya tak disebut. 

Di rumahnya di Khan Younis, ibu Najar jatuh pingsan setelah menerima seragam perawat berlumuran darah milik putrinya. Sebuah pernyataan dari Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan dukanya atas meninggalnya Najar, dan menyebut Najar sebagai martir. berkabung dengan Najar sebagai "martir".

Diwawancarai oleh Reuters pada bulan April lalu, Najar sempat menyebutkan tekadnya untuk menyaksikan aksi protes warga Palestina di perbatasan hingga demonstrasi berakhir. "Saya akan terus kembali dan tidak akan mundur," kata Najar dalam postingan terakhirnya di Facebook. “Tembak  aku dengan pelurumu. Aku tidak takut."

(**/IS)

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top