Sultan Minta Para Bupati Antisipasi Lonjakan Pasien dari Klaster Indogrosir

Pemanfataan RSPAU Hardjolukito dua lantai dan tiga lantai akan difungsikan Pemanfataan RSPAU Hardjolukito dua lantai dan tiga lantai akan difungsikan IST

Berita9.com - Gubernur DIY Sri Sultan HB X meminta kepada para bupati untuk bisa memenuhi tenaga medis dan paramedis di RSPAU Hardjolukito sebagai antisipasi lonjakan kenaikan kasus pada beberapa klaster besar di DIY.

Selain Hardjolukito alternatif lain akan menggunakan RS Bhayangkara. Sampai saat ini dari jumlah bed RS Rujukan Covid-19 yang terpakai baru 60%.

Sultan mengatakan melihat perkembangan sejumlah klaster besar seperti Indogrosir, DIY memang sudah melakukan antisipasi untuk kesiapan penambahan fasilitas layanan untuk Covid-19.

Salah satunya yang saat ini akan dipersiapkan adalah RSPAU Hardjolukito, mengingat rumah sakit ini mampu melayani khusus pasien Covid-19 di atas 200 orang dengan gedung tiga lantai.

Tetapi saat ini baru dimanfaatkan satu lantai karena kekurangan tenaga medis dan paramedis.

Oleh karena itu Sultan meminta kepada kabupaten agar bisa berkontribusi membantu penyediaan tenaga medis dan paramedis untuk bisa memaksimalkan Hardjolukito agar bisa dioperasikan tiga lantai.

"Dari perkembangan klaster yang ada termasuk Indogrosir kemarin, Sleman kan takut kalau nanti yang positif itu besar. Untuk mengantisipasi dimungkinkan [pemanfataan RSPAU Hardjolukito] dua lantai dan tiga lantai ini difungsikan. Sehingga kemarin kami minta kepada para bupati bisa enggak kabupaten membantu dokter sama paramedis. Nanti kurangnya apa sebagai dasar saya untuk berbicara dengan Hardjolukito," katanya, (12/5).

Ia mengatakan secara prinsip RSPAU Hardjolukito bisa menampung 200 pasien lebih tetapi karena sebagian tenaganya itu dikirim ke Wisma atlet Jakarta sehingga yang difungsikan saat ini hanya satu lantai saja.

"Karena sebagian dokter dan perawatnya ke wisma atlet," ujarnya.

Pembahasan terkait kesanggupan kabupaten untuk membantu menyiapkan dokter dan perawat itu akan dilakukan lagi dengan melibatkan para bupati. Sehingga sampai Selasa (12/5/2020) belum ada keputusan dari kesanggupan kabupaten.

"Tetapi sampai sekarang saya belum mendengar [kesanggupan] karena pertemuan dengan bupati baru besok. Jadi harapan saya besok kami bisa dapatkan jawaban," katanya.

Sultan menambahkan, selain RSPAU Hardjolukito, masih ada alternatif RS lain untuk mengantisipasi lonjakan pasien akibat klaster besar, yaitu RS Bhayangkara. Menurutnya Kapolda DIY sudah menyatakan kesediaan penggunaan RS milik Polri ini.

"Tetapi kalau tidak, sebetulnya ada RS Bhayangkara, karena waktu itu Bapak Kapolda juga menawarkan bawah RS Bhayangkara itu juga dimungkinkan untuk menampung para penderita. Alternatif itu ada hanya untuk mengantisipasi saja," ucapnya.

Sultan mengatakan, dari sisi ruangan khusus Covid-19 saat ini masih mencukupi, dari dari keseluruhan ruangan yang didedikasikan untuk Covid-19 di RS Rujukan baru terpakai 60%. Sehingga masih ada 40% yang belum terpakai.

"Tetapi biar pun [RSPAU Hardjolukito hanya] satu lantai itu sampai sekarang yang positif untuk dirawat itu baru menempati 60% dari ruangan yang ada di seluruh RS [rujukan] yang memang kita peruntukan untuk menangani Covid-19. Jadi enggak ada masalah," katanya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top