Tergerak Berbagi 'Opor Ayam' Untuk Yang Tak Pulang Kampung Cegah Corona

Arie Prasetyowati (jilbab kuning) saat mengantarkan 'opor ayam' untuk mahasiwa putra Sulawesi Tengah, di Kelurahan Bintaran, Wirogunan, Yogyakarta Arie Prasetyowati (jilbab kuning) saat mengantarkan 'opor ayam' untuk mahasiwa putra Sulawesi Tengah, di Kelurahan Bintaran, Wirogunan, Yogyakarta IST

Berita9.com - Pandemi Covid-19 membuat banyak orang tak bisa pulang ke kampung halaman, sehingga merasakan Lebaran di tanah rantau menjadi pilihan. Terutama anak-anak rantau yang tengah menimba ilmu di Jogja.

Keadaan seperti itulah yang membuat Arie Prasetyowati, 40, tergerak hati untuk turut membantu. Setidaknya, anak-anak rantau tersebut bisa merasakan suasana lebaran seperti masyarakat Jogja lainnya.

"Saya ingin adik-adik mahasiswa yang tertahan di Jogja dan harus berlebaran disini juga merasakan masakan lebaran seperti dirumah mereka masing-masing," kata Arie, Ahad (24/5/2020).

Aksi sosial tersebut juga bertujuan untuk menjalin tali silaturahmi antara para perantau dan warga Jogja. Wanita yang berasal dari Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan ini, ingin dimomen Ramadan bisa saling berbagi walau tidak banyak. Untuk pembagiannya sendiri, Arie dibantu dengan kerabat dekatnya seperti anak-anak dan sahabatnya.

"Ini sebagai wujud sharing and caring kepada teman-teman yang enggak bisa mudik," paparnya.

Saat disinggung alasan membagikan opor ayam, Arie mengungkapkan makanan tersebut sangat identik dengan suasana Lebaran. Dimana, banyak masyarakat yang merayakan lebaran dengan opor ayam. Seharian penuh ini, Arie telah mengantarkan opor ayam tidak kurang dari 100 paket lengkap.

"Sasarannya anak-anak yang masih menetap diasrama mahasiswa daerah," ujarnya.

Awal mula aksi berbagi ini ternyata timbul dari kisah sang anak yang memiliki teman di sekolah, akibat pandemi tidak bisa pulang ke kampung halaman. Sehingga, selama puasa ini, sang anak bernama Dinda selalu berbagi dengan temannya itu. "Jadi kenapa tidak saya berbagi seperti anak saya, makanya saya ajak dia buat kegiatan sosial ini," paparnya.

Salah satu mahasiswa asal Sulawesi Tenggara, Sandika, 22, mengapresiasi langkah Arie beserta kerabatnya yang telah berinisiatif membagikan makanan Lebaran ini. Menurut dia, dengan adanya sajian seperti ini, dirinya merasa bahwa masyarakat Jogja memiliki perhatian lebih terhadap anak-anak perantau seperti dirinya dan rekan-rekan lainnya.

"Dengan makanan ini kami juga bisa merasakan makanan lebaran walaupun jauh dari keluarga," pungkasnya.

Sejak pagi usai Salat Id, Arie mulai membagikan makanan khas lebaran di asrama-asrama mahasiswa diantaranya asrama mahasiswa Riau, Sulawesi Tengah, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tenggara, Kalimantan Tengah putra dan putri. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top