Wapres JK Diminta Jelaskan Pertemuanya Dengan PM Israel

Wempi berharap Pak JK bisa menjelaskan ke publik konten dari pembicaraan mereka dengan pak Benyamin Netanyahu Wempi berharap Pak JK bisa menjelaskan ke publik konten dari pembicaraan mereka dengan pak Benyamin Netanyahu IST

Berita9.com - Pertemuan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) dengan Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu disela-sela sidang umum PBB di New York, Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Berbuntut panjang, pasalnya sejumlah pihak mendesak Presiden Joko Widodo menjelaskan ke publik mengenai polemik adanya pertemuan tersebut.

Menanggapi hal tersebut pengamat politik Wempi Hadir, menilai Presiden Jokowi tidak perlu menjelaskan ke publik. Namun hal tersebut meski dijelaskan secara langsung ke publik oleh JK.

"Mestinya pak JK sendiri, karena inikan pertemuan elit negara dan pak JK bisa menjelaskan ke publik konten dari pembicaraan mereka dengan pak Benyamin Netanyahu. Memang publik pasti mencuriga karena kita kan tidak ada hubungan bilateral sama Israel sehingga tafsiran-tafsiran di publik bermacam-macam," katanya (4/11).

Menurut dia guna menghindari adanya tafsiran bias di publik, maka JK meski memberikan penjelasan secara akurat ke publik tentang apa yang menjadi perbincangan dalam pertemuan tersebut sehingga publik tidak mengintrepetasi secara liar tentang isi pertemuan mereka.

"Pak Jokowi tidak perlu menjelaskan itu, karena itu kan kalo pak Jokowi yang menjelaskan seolah-seolah ini agendanya presiden, mungkin ini tidak masuk dengan agenda presiden, mungkin ini hanya pertemuan eksidentil karena semua pemimpin negara pasti hadir," ucapnya.

"Sehingga pak Jokowi tidak menyapu kotoran. Mungkin pertemuan yang ngomongnya biasa-biasa saja, mungkin bicara soal ziarah-ziarah lah jangan dilarang kan mereka juga punya hak secara history soal tempat-tempat ziarah disana kan orang Kristen juga banyak di Indonesia makanya dibuka kembali," tambahnya.

Sementara itu, Politikus PKS Ahmad Fathul Bari mendesak Presiden Joko Widodo menjelaskan alasan pertemuan JK-Netanyahu tersebut ke publik. Mengingat Indonesia tidak memiliki huhungan bilateral dengan Israel.

"Walau bagaimanapun pertemuan pak JK menjadi pertayaan publik, sebetulnya apa yang mereka bahas. Bisa jadi yang kita enggak tahu dibalik itu semua, memang pertemuan-pertemuan seperti itu perlu di jelaskan kepada publik, agar masyarakat tidak bertanya-tanya dan curiga terhadap pemerintahan kita saat ini," kata Bari, (4/11).

Di samping itu, pentingnya Jokowi lantaran saat ini pertemuan tersebut masih menimbulkan teka-teki. Mengingat Indonesia diketahui secara tegas menyatakan mendukung Palestina dimana saat ini Palestina masih berseteru dengan Israel.

"Ini menjadi teka-teki buat publik sehingga kita tetap berpikir positif tetapi pemerintah juga lebih terbuka tentang apa dilakukan pak Jeka disana," pungkasnya. (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top