Di Negara Penganut Demokrasi, Semua Orang Adalah Pengusaha

Sebagaimana disebut dalam penjelasan pasal 33 UUD 45 ( sebelum dihapus) disebut bahwa bangun perusahaan yang sesuai dengam demokrasi itu ialah koperasi. Sebagaimana disebut dalam penjelasan pasal 33 UUD 45 ( sebelum dihapus) disebut bahwa bangun perusahaan yang sesuai dengam demokrasi itu ialah koperasi. Ist

Berita9.com - Untuk menjadi pengusaha itu tidak mudah. Musti punya modal besar dan talenta. Bahkan ada yang berpendapat menjadi pengusaha itu hanya yang turunan pengusaha.

Lalu semua negara mulai menghitang hitung jumlah statistik pengusahanya. Ada yang katakan idealnya 2 persen, 4 persen? atau 5 persen.

Semua itu adalah mitos untuk langgengkan sistem ekonomi kapitalis seperti yang sekarang berlaku di republik ini!. Seharusnya tidak boleh terjadi bagi negara yang menganut sistem demokrasi ekonomi.

Mustinya di negara yang konstitusinya menganut konsep demokrasi ekonomi seperti negara kita tidak boleh terjadi.

Bagaimana bisa? Mari kita lihat konsep dari demokrasi ekonomi dulu.

Sistem demokrasi ekonomi itu ialah sistem ekonomi dimana memungkinkan setiap warga negara terlibat proses produksi, distribusi dan konsumsi. Setiap warga negara saudara-saudara!

Jadi setiap warga musti jadi pengusaha melalui sistem kepemilikkan bisnis bersama. Oleh Konstitusi kita sebagaimana disebut dalam penjelasan pasal 33 UUD 45 ( sebelum dihapus) disebut bahwa bangun perusahaan yang sesuai dengam demokrasi itu ialah koperasi.

Jadi di setiap warga negara musti menjadi pemilik dari perusahaan produksi, distribusi maupun konsumsi. Jadi mustinya orang bermodal KTP saja sudah bisa jadi pengusaha.

Bagaimana ceritanya? Sebut saja misalnya BUMN kita yang badan hukumnya itu PT kita ganti jadi badan hukum koperasi.

Jadi anda, setiap warga negara akan otomoatis jadi pemilik perusahaan perkebunan seperti PT. PTPN, pemilik bank BRI, Bank Mandiri, dan bank bank BUMN lainya. Anda akan jadi pemilik PT. Kereta Api, perusahaan listin negara PLN, pemilik rumah sakit di daerah anda semua. Jadi pemilik usaha PDAM dan lain sebagainya yang selama ini diklaim jadi milik negara.

Itu usaha minimal anda sebagai warga negara. Anda adalah pemiliknya dan untuk itu anda berhak untuk tentukan kebijakan sesuai keinginan anda atas perusahaan itu semua. Keuntunganya juga tentu akan didistribusikan ke anda semua. Jadilah anda pengusaha semua.

Itu baru usaha minimal. Anda bisa dirikan bank-bank lokal koperasi yang bisa anda mulai dari kelompok arisan, buat toko koperasi yang dimodali dan dimiliki bersama. Begitu sudah berkembang bisa anda bangun koperasi media massa, koperasi kontraktor untuk bangun jalan, jembatan dll. Semua bisnis anda bisa ciptakan bersama dengan modal koperasi.

Nah, untuk perusahaan Persero pribadi yang ada agar tidak ekploitatif dan juga peras buruh, kita bisa perjuangkan bersama UU Pembagian Saham Untuk Buruh di Perseroan dengan skema ESOP ( employee share ownership plan) seperti di negara lain. Ini sudah jadi aturan di Amerika Serikat sejak 1984 lho......

Selamat datang masa depan, selamat datang semua pengusaha !

Jakarta, 3 April 2017
Suroto
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES)

Rate this item
(0 votes)
Go to top