Penyiapan Koperasi Untuk Reforma Agraria Jangan Asal - Asalan

Demonstrasi petani menuntut reforma agraria Demonstrasi petani menuntut reforma agraria Ist


Berita9.com - Pemerintah akan segera melakukan redistribusi lahan untuk para petani sebanyak 9 juta hektar.

Kegiatan reforma Agraria ini rencananya 4.1 juta ha dari lahan Hak Guna Usaha ( HGU) yang sudah habis masanya dan 5 juta ha dari kawasan hutan.

Pemerintah dalam hal ini musti lakukan redistribusi lahan secara sistematik melalui skema kolektif koperasi. Sebab kalau dilakukan secara individual pasti akan segera jatuh ke tangan korporasi lagi.

Kelembagaan koperasi ini penting bukan hanya akan jamin agar lahan tidak jatuh lagi ke tangan korporasi, tapi kolektifitasnya bisa jamin skala usahanya akan berjalan efisien.

Selain itu, koperasi secara kelembagaan juga akan memungkinkan terjadinya usaha integrasi antara usaha on farm ( budidaya) dengan off farmnya seperti procesing, marketing, financing, dan lain sebagainya yang selama ini dikuasai mafia.

Koperasi juga akan jamin proses transformasi sosial karena koperasi itu tingkatkan modal sosial masyarakat.

Nah, untuk itu proses penyiapan koperasi petani ini jangan asal-asalan. Jangan hanya bentuk badan hukum yang sangat rawan dimanfaatkan oleh segelintir orang. Koperasi yang dibentuk musti disiapkan melalui program pendidikan dan pelatihan. Baik mengenai spirit organisasinya maupun yang bersifat teknik manajemennya.

Jangan ulang lagi kesalahan masa lalu seperti pembentukkan Koperasi Unit Desa yang pada akhirnya hilang keberlanjutanya. Soalnya gejalanya saya juga lihat di Kementerian Kelautan Dan Perikanan ( KKP) yang serampangan siapkan kelembagaan koperasinya untuk terima bantuan kapal.

 

Jakarta, 17 Maret 2017

Suroto
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis ( AKSES)

Rate this item
(0 votes)
Go to top