Berita9.com - Direktur Data dan Informasi Bakamla Laksamana Pertama (Laksma) TNI, Bambang Udoyo mengatakan pernah diberikan uang sebesar Rp 1 Miliar dari Kepala Bakamla, Arie Sadewo.

"Saya dikasih uang karena Kabakamla ngomong sudah lah lu kerjain yang bener, jangan minta-minta nanti kalau kamu kerja bener saya kasih kamu satu, nofel (Nofel Hasan) satu, eko (Eko Susilo Hadi) satu," ujarnya saat bersaksi dalam sidang terdakwa suap Alat Monitoring Bakamla, Eko Susilo Hadi di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur, Jakarta (22/5/2017).

Bambang Udoyo juga mengaku tidak mengetahui siapa saja pemenangnya dari awal, karena tidak mengikuti pembahasan dari awal dan ia bekerja sebagai PPK untuk menggantikan PPK sebelumnya, Suroyo.

"Gak tahu, karena kerjaan pak suroyo katanya gak beres, saya ditunjuk secara spontanitas dari Kabakamla, (ditunjuk menggantikan PPK)," ujarnya

Bambang Udoyo menjelaskan maksud dari kerja beres tersebut yakni mengerjakan sebaik mungkin dan bisa menyelesaikan hingga tuntas. Karena sebagai PPK dirinya mengklaim akan melaksanakan dengan sebaik mungkin apapun tugas yang telah diberikan atasannya.

"Saya sebagai PPK akan menjalankan tugas saya sebaik mungkin, PPK sebelumnya katanya kerjanya ga beres,(walaupun) saya awal ga ngerti pengadaan barang tapi kalau sudah diperintahkan akan saya laksanakan sebaik-baiknya," tambahnya.

Setelah mendapatkan uang tersebut, Bambang Udoyo mengaku telah mengembalikan ke Puspom TNI.

"Jadi setelah uang dikasih dari Kepala bakamla, saya langsung sisihkan untuk Zakat, karena saya kan seorang muslim  yang taat, selebihnya saya kasih ke Puspom TNI, Karena (awalnya) saya tidak tahu (sumber duitnya darimana ; tahunya Halal)," ujarnya.

Sementara itu saksi lainnya, Kabiro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan mengatakan bahwa dirinya pernah diberi tahu oleh terdakwa, Eko Susilo Hadi bahwa bahwa ia akan menerima uang Rp 1 Milyar dari Perwakilan PT Melati Technofo Indonesia, M Adami Okta dan Hardy Stevanus.

"Saya pernah dikasih tahu pak Eko, katanya saya dan pak Bambang akan terima uang, tapi siapa dan untuk apa saya gak tahu," ujarnya.

Setelah terdakwa pergi dinas ke Jerman, ia tahu bahwa yang mendatanginya adalah pegawai PT Melati Technofo Indonesia, namun ia tetap tidak tahu uang tersebut berasal darimana.

"Adami dan Hardy datang, dia bilang ini ada amanah dari pak eko di jerman, untuk ngasih duit Rp 1 Milyar," ujarnya.

Dalam kesaksiannya ia juga membantah telah menerima perintah untuk mengamankan Fee Proyek Bakamla sebesar 7,5 %.

"Gak pernah diperintah (Ngamanin)," tegasnya

Sebagai informasi Dalam surat dakwaan, Eko disebut disebut-sebut mendapat arahan dari Kepala Bakamla, Laksamana Madya Arie Soedewo untuk membagikan jatah sebesar 15 persen dari nilai kontrak kepada pejabat Bakamla lainnya. 

Dua pejabat Bakamla yang dimaksud adalah Karo Perencanaan dan Organisasi Nofel Hasan dan pejabat pembuat komitmen Bambang Udoyo, yang masing-masing mendapat masing-masing Rp 1 miliar.

Selain itu, Eko Susilo Hadi meminta uang operasional kepada Adami sebesar USD 5.000 dan 5.000 euro. Namun Adami justru menawarkan dengan jumlah lebih besar, yaitu USD 10 ribu dan 10 ribu euro.

Eko Susilo kemudian disebut menerima uang USD 78.500 dan SGD 100 ribu dari Adami dan rekannya, Hardy Stefanus, di ruang kerjanya, gedung Bakamla, Jakarta Pusat, pada 14 Desember 2016. Namun uang belum dinikmati, tak lama kemudian, petugas KPK melakukan operasi tangkap tangan.

(**/RN)

Berita9.com - Kepolisian mengajak pengemudi ojek online di Jabodetabek menjadi mitra untuk memerangi kejahatan. Salah satunya pengemudi ojek online diminta untuk memberikan informasi apabila ada tindak kejahatan.

"Pesan dari Bapak Kapolda Metro khusus untuk komunitas ojek online. Ini adalah profesi baru dalam era digital sekarang. Mudah-mudah selain ini menjadi sesuatu wadah kita untuk mencari kehidupan di sini, Bapak Kapolda menitipkan pesan bahwa pentingnya kalian semua menjadi mitra Polri yang baik," kata Kapolres Jakarta Timur Andry Wibowo menyampaikan pesan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan di Mapolsek Cakung, Jalan Raya Bekasi, Cakung, Jakarta Timur, Senin (22/5/2017).

Andry berharap para pengemudi ojek online bisa memberikan berbagai informasi kepada polisi jika ada tindak kejahatan. Menurut Andry, peran ojek online tak kalah penting dalam mengungkap suatu tindak kejahatan. Contohnya seorang pengemudi ojek online membantu polisi dalam mengungkap peredaran narkotika beberapa waku yang lalu.

"Ini salah satu contoh ini peran komunitas ojek online sangat penting mereka ini bisa melihat masyarakat yang dilayani itu termasuk yang baik atau yang sebaliknya. Tentunya teman ojek online menjadi kepanjangan tangan kita menyampaikan beberapa informasi yang ada di lapangan," kata Andry.

Andry juga memuji para pengemudi ojek online yang taat akan peraturan lalu lintas. "Mudah-mudah juga ojek online menjadi pelopor dan role model dari Direkturat Lalu Lintas dalam berdisiplin lalu lintas," ucapnya.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan panti jompo dari Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan. Namun karena kesibukan tugas, Kapolda Metro Jaya tidak dapat hadir dalam acara tersebut diwakili oleh Kapolres Metro Jakarta Timur.


(**/Dtk)

Berita9.com - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat kembali membuka pendaftaran calon peserta Ekspedisi NKRI yang pada 2017 bertema "Peduli Masyarakat dan Lestarikan Alam Indonesia" di Koridor Papua Selatan.

"Ekspedisi NKRI 2017 akan dilaksanakan pada Agustus hingga November merupakan gabungan dengan Ekspedisi Bhakti PMK dengan nama Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017," kata Perwira Penerangan Ekspedisi NKRI 2017 Letkol Inf Achmad Munir melalui siaran pers diterima di Jakarta, (21/5).

Pendaftaran calon peserta Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 dapat dilakukan secara daring melalui situs web www.ekspedisinkri.com. Pendaftaran dibuka sejak 19 Mei 2017 hingga 18 Juni 2017.

Munir mengatakan Ekspedisi NKRI bertujuan melakukan identifikasi pengembangan potensi sumber daya alam, meningkatkan pelayanan kemasyarakatan terutama pada bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, meningkatkan partisipasi masyarakat terutama generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan serta memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian selatan 2017 mengajak seluruh komponen yang terdiri atas perguruan tinggi, TNI, Polri, lembaga swadaya masyarakat, pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

"Tiga materi yang akan dilaksanakan pada Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 adalah Serbuan Teritorial atau pengabdian masyarakat, Penelitian dan Penjelajahan," tuturnya.

Area Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 dibagi dalam dua koordinator wilayah. Wilayah I berkedudukan di Merauke meliputi Subkorwil-1 Asmat di Kabupaten Asmat, Sunkorwil-2 Mappi di Kabupaten Mappi dan Subkorwil-3 Merauke di Kabupaten Merauke.

Sedangkan Wilayah II berkedudukan di Boven Digul meliputi Subkorwil-4 Mindiptana di Kabupaten Boven Digul dan Subkorwil-5 di Tanah Merah.

Ekspedisi NKRI Koridor Papua Bagian Selatan 2017 merupakan Ekspedisi NKRI yang ketujuh. Eskpedisi serupa yang pernah dilakukan yaitu Ekspedisi Bukti Barisan 2011 di Sumatera, Ekspedisi Khatulistiwa 2012 di Kalimantan, (Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi 2013), Ekspedisi NKRI Koridor Maluku dan Maluku Utara 2014, Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 dan Ekspedisi NKRI Koridor Papua Barat 2016. (**/Ant)

Go to top