Berita9.com - Nama kader PDIP Harun Masiku mencuri perhatian publik. Hal itu setelah caleg dari dapil Sumatera Selatan I tersebut menyandang status sebagai tersangka KPK dan tengah menjadi buron.

Harun menjadi tersangka dalam dugaan suap pergantian antar waktu (PAW) DPR yang melibatkan eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Terlepas dari itu, upaya PDIP memperjuangkan nama Harun Masiku untuk menjadi pengganti Riezky Aprilia di DPR juga menyisakan pertanyaan publik.

Apalagi PDIP sampai berkirim surat ke Mahkamah Agung (MA) meminta fatwa untuk Harun. “Who is Harun Masiku? Siapa sih Harun Masiku,” tanya pakar hukum tata negara Refly Harun dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) yang disiarkan TV One, Selasa malam (28/1).

Pertanyaan itu bukan tanpa sebab. Pasalnya, Harun Masiku seperti menjadi sosok penting di PDIP walaupun mantan kader Partai Demokrat itu hanya memiliki suara kelima terbanyak PDIP di Sumsel I.

Tapi Harun diperjuangkan untuk menggantikan peraih kursi terbanyak, Nazaruddin Kiemas yang meninggal 3 minggu sebelum pencoblosan.

“Kita tahu bahwa dia sendiri cuma urutan ke-5.  Kita juga tahu bahwa kita ini sistem proporsional terbuka,” terang Refly.

Sistem proporsional terbuka, urainya, adalah kursi diduduki oleh mereka yang mendapatkan suara terbanyak.

Kalau kemudian berhalangan maka akan digantikan ke suara terbanyak berikutnya, urutan kedua, ketiga dan seterunya.

“Itu pakem teori pemilu yang kita anut,” sambungnya.

Refly kemudian mengungkit kontribusi Harun Masiku. Pasalnya, orang yang diperjuangkan partai masuk jadi anggota DPR biasanya memiliki kontribusi besar.

“Nah saya tidak tahu, Harun masiku ini kontribusinya apa? Sampai kemudian partai sebesar PDIP, ketua umumnya (Megawati) dan sekjennya (Hasto) rela menandatangani sebuah surat kuasa untuk mengajukan judicial review ke MA,” tanyanya.

“Kalau tidak istimewa, Saya kira dia tidak bisa punya jalur yang luar biasa seperti itu,” tutupnya. (*)

Berita9.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia memastikan, adanya virus corona belum berdampak pada investasi China. Saat ini investor China masih mengucurkan dana atau berinvestasi ke Indonesia.

"Kalau di BKPM itu dampaknya kan realisasi, kalau diukur sekarang belum terlalu signifikan untuk mengukur dampak virus corona pada relaisasi investasi dari China," kata Bahlil di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Kendati begitu, Bahlil akan kembali mengukur dampak jangka pendek virus corona. Ia pun akan melihat realisasi investasi dari China pada Februari 2020 nanti.

Jika realisasi pada Februari berlangsung normal, maka adanya virus tersebut tak pengaruh pada investasi dari China.

"Mungkin bisa lihat di Februari akhir, tapi kalau tren realisasi di bulan pertama itu normal, mungkin beda dengan pasar saham," jelas dia.

Namun begitu, ia berharap wabah virus corona berakhir di China. Karena China merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia.

Dari data BKPM, pada kuartal III 2019 China telah berinvestasi sebesar 1,02 miliar dolar AS.

"Kita berdoa agar corona ini dapat selesai, corona ini betul-betul membuat semua orang galau, perlu disampaikan realisasi investasi tiongkok itu sudah menembus urutan dua mengalahkan jepang, peningkatannya tinggi," pungkas dia. (*)

Berita9.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat paket komoditas nasional berdasarkan Survei Biaya Hidup (SBH) 2018 terdapat 835 jumlah komoditas terpilih.

Adapun jumlah tersebut mencakup 98 jumlah komoditas baru yang terpilih dan 101 jumlah komoditas yang hilang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan pihaknya harus memasukan beberapa komoditas baru yang sejalan dengan perkembangan teknologi.

"Perkembangan intenet mengubah gaya hidup pengeluaran, sehingga ada komoditas baru yang dimasukkan dan komoditas lama dibuang karena tidak lagi dibutuhkan," ujarnya saat acara Sosialisasi Permutakhiran Diagram Timbang Indeks Harga Konsumen (IHK) dan Nilai Tukar Petani (NTP) di Gedung BPS, Jakarta, Selasa (28/1).

Dia merinci beberapa komoditas baru yang terpilih antara lain lampu led atau hemat energi, jasa penitipan anak, tas travel, kereta bayi, sewa tempat karaoke, obat-obatan herbal, charge, power bank, aksesoris hp dan jasa foto studio.

Sedangkan beberapa komoditas yang hilang antara lain rantang, tarif puskemas, kalkuator, CD (Tape, Rec dan radio), handy cam, VCD atau DVD, majalah remaja, tarif sewa motor, biaya kirim surat dan kapur cat tembok.

Menurut dia adanya berbagai perubahan yang terjadi pada masyarakat seperti perkembangan teknologi informasi, perubahan pendapatan masyarakat, perubahan pola penawaran dan permintaan barang/jasa, perubahan kualitas dan kuantitas barang/jasa, serta perubahan sikap dan perilaku masyarakat dapat mengubah pola konsumsi. 

"Perubahan tersebut mengakibatkan paket komoditas (fixed basket) dan diagram timbang hasil SBH 2012 yang sebelumnya digunakan sebagai tahun dasar sudah tidak sesuai lagi untuk menggambarkan keadaan sekarang secara tepat," jelasnya. (*)

 

Go to top