3 Petisi Desak Arief Hidayat Mundur

Petisi "Selamatkan Mahkamah Konstitusi" bergulir Petisi "Selamatkan Mahkamah Konstitusi" bergulir IST
Berita9.com - Desakan mundur terhadap Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat terus mengalir. Tak kurang 54 profesor dari berbagai universitas meminta Arief mundur dari jabatannya karena dua kali pelanggaran etik yang ia terima.
 
Gerakan mendesak Arief mundur pun memunculkan petisi di Change.Org. Pada laman tersebut, setidaknya ada 3 petisi terhadap Arief. Belasan ribu orang pun sudah mengisi petisi tersebut.
 
Salah satu petisi bahkan sudah dibuat sejak tahun 2016 silam, tepatnya tanggal 5 Mei. Petisi tersebut dibuat oleh Peneliti MaPPI (Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia) FH UI, Aradila Caesar Ifmaini Idris.
 
Ia menyebut petisi "Selamatkan Mahkamah Konstitusi" itu dibuatnya tak lama setelah Arief terbukti melakukan pelanggaran etik pertama, yakni soal memo Katebelece. Petisi tersebut sudah ditandatangani 13.129 orang.
 
"Seorang hakim harus punya nilai etik dan moral tinggi. Sehingga meski melanggar etik ringan maka seharusnya malu dan merasa melakukan dosa besar," kata Aradila, Sabtu (10/2).
 
Petisi kedua dibuat oleh Virgo Sulianto Gohardi pada 31 Januari 2018. Petisi 'Arief Hidayat Mundurlah' itu juga sudah ditandatangani sebanyak 13.129 orang.
 
Sementara petisi ketiga dibuat oleh akun Bang Nas pada 2 Februari 2018. Petisi 'Dukung Arief Hidayat Mundur dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi RI' itu ditandatangani oleh 156 orang.
 
Arief Hidayat dua kali terjerat pelanggaran etik selama menjadi hakim konstitusi. Pelanggaran etik pertama terkait dengan memo katebelece yang diberikannya kepada kepada Widyo Pramono selaku Jamwas.
 
Sementara pelanggaran etik kedua terkait pertemuannya dengan beberapa anggota Komisi III DPR. Diduga pertemuannya itu merupakan lobi politik agar dia kembali diajukan sebagai hakim konstitusi.
 
(**/KM)
 
 
Rate this item
(0 votes)
Go to top