Bangsa Terpuruk Karena Nilai Pancasila Luntur

Zulkifli Hasan Zulkifli Hasan IST

Berita9.com - Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, melihat saat ini sebagian masyarakat mulai mengesampingkan nilai-nilai Pancasila.

Lunturnya nilai-nilai Pancasila menimbulkan berbagai macam permasalahan di Tanah Air, mulai dari tindakan korupsi, keributan, saling menghujat, dan demokrasi hanya dinilai dengan materi saja.

Kondisi itu, kata Zulkifli, telah memunculkan lahirnya perilaku elite-elite bangsa yang mementingkan diri sendiri dan golongannya.

"Semua itu terjadi karena rakyat Indonesia telah jauh dari nilai-nilai luhur Pancasila," kata Zulkifli saat sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR di Kantor Tarbiyah Indonesia Daerah Provinsi NTB di Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (11/8).

Dia menyebut, ada tiga kunci yang diperlukan untuk kemajuan Indonesia. Pertama, apabila rakyat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengelola sumber daya alam yang ada.

Kedua, adanya kerja sama, rasa aman, dan damai, serta adanya nilai-nilai luhur bangsa yang diamalkan bersama secara konsisten dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketiga, kata Zulkifli, Indonesia akan menjadi negara maju, kuat, dan disegani negara-negara lain di dunia apabila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan nilai-nilai luhur dari dasar negara yaitu Pancasila.

"Taat terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 yang menjadi konstitusi kita serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bineka Tunggal Ika," ujar Zulkifli.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu pun mengajak seluruh masyarakat NTB untuk menjaga dan merawat ideologi Pancasila.

Sebagai Ketua MPR, Zulkifli mengaku berkewajiban merawat empat pilar kebangsaan itu agar terjaga dan berjalan dengan baik dalam perilaku hidup masyarakat Indonesia.

Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, mengatakan adanya sosialisasi empat pilar kebangsaan ini akan memberikan manfaat bagi NTB dalam kondisi nilai-nilai luhur dari pancasila yang semakin pudar.

"Saya yakin dan menjamin masyarakat NTB akan tetap berpegang teguh kepada pancasila dan NKRI," kata Amin.

Dia menyebut, meski berpenduduk mayoritas beragama Islam, namun kerukunan antar umat beragama di NTB berjalan harmonis.

Menurut dia, hal ini sangat penting bagi pembangunan sejumlah program andalan seperti pertanian dan pariwisata.

Amin mengajak warga NTB menjadikan keberagaman  sebagai modal besar dalam membangun Indonesia.

"Terpeliharanya kerukunan tersebut adalah potensi besar membangun dan mengelola sumber daya alam yang kita miliki untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

(**/RO)

Rate this item
(0 votes)
Go to top