Kesadaran Tuntut Sidang Istimewa Masih di Kelas Menengah

Sodik Mudjahid menilai Hastag #SegeraSI_MPR2017 belum turun kemasyarakat bawah Sodik Mudjahid menilai Hastag #SegeraSI_MPR2017 belum turun kemasyarakat bawah IST

Berita9.com - Hastag #SegeraSI_MPR2017 menjadi trending topik di dunia Twitter.

Hastag itu muncul karena netizen kecewa dengan Jokowi yang dinilai tak membawa perubahan yang lebih baik bagi Indonesia.

Menangapi hal ini, politikus Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, di kelas menengah memang semakin disadari ketidaklayakan Presiden Jokowi dalam mengelola negara.

"Ekonomi yang morat marit besar pasak dari pada tiang, penguasaan ekonomi oleh sekelompok kecil orang, ketidakadilan aparat hukum dan keamanan, intervensi politik, kemunduran demokrasi dan gejala otoriter, kekerasan di masyarakat, semua menjukkan ketidaklayakan dan ketidakmampuan Jokowi dalam mengelola negara secara sehat," kata Sodik kepada awak media, (8/8).

Hanya sayang, kata Sodik, masyarakat Indonesia masih banyak kelas "bawah" yang bisa dikecoh dengan pencitraan presiden yang sederhana dan bisa ditutup kebutuhannya dengan bantuan-bantuan langsung yang dibawa preiseden saat kunjungan-kunjungan ke daerah.

Ia menambahkan, kritik kelas menengah Netizen antara lain dalam #segeraSI_MPR 2017 adalah sikap yang benar dan sikap ini harus sampai kepada masyarakat Indonesia terutama kaum bawah agar mereka faham kondisi sesunguhnya dan tidak terkecoh oleh hadiah-hadiah jangka pendek dan pencitraan.

"Hal masyarakat dan bangsa Indonesia untuk gelar usul gelar sidang khusus MPR mengganti presiden selama hal tersebut argumentatif dan konstitusional serta bukan makar," tandasnya.

(**/Icl)

Rate this item
(0 votes)
Go to top