Romy: Kami Menyesalkan Putusan MK Soal Penghayat Kepercayaan

Ketua Umum PPP Romahurmuziy Ketua Umum PPP Romahurmuziy IST

Berita9.com - Fraksi PPP di DPR akan mengajukan revisi UU nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan (Adminduk). Hal itu menyusul putusan Mahkamah Konstitusi yang mengabulkan penghayat kepercayaan bisa masuk kolom agama di KTP.

"Saya juga ingin memastikan dengan adanya putusan MK tersebut, kedepan segera dilakukan revisi dan kami akan melakukan mengajuan draf revisi UU adminduk, sebagai tindak lanjut putusan MK," kata Ketua Umum PPP Romahurmuziy di Jakarta, Kamis (9/11/2017).

Anggota Komisi XI DPR RI ini menyesalkan putusan MK tersebut. Alasannya, kata dia, putusan itu tidak sejalan dengan sila pertama Pancasila bahwa Indonesia merupakan negeri yang berketuhanan.

"Karena itu saya memastikan bahwa sesungguhnya kami menyesalkan keputusan tersebut, karena keputusan tersebut tidak senafas dengan eksistensi sila pertama Pancasila bahwa negeri ini negeri yang berketuhanan," kata politikus yang biasa disapa Romy itu.

"Sehingga agak sulit mengembangkan pemikiran, bahwa sebuah negeri yang berketuhanan tetapi tidak memiliki agama," tandasnya.

Diketahui, dalam putusannya, Majelis Hakim MK berpendapat bahwa kata “agama” dalam Pasal 61 ayat (1) dan Pasal 64 ayat (1) bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak termasuk penganut aliran kepercayaan.

Artinya, penganut aliran kepercayaan memiliki kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk enam agama yang diakui pemerintah, dalam memperoleh hak terkait administrasi kependudukan.

Selain itu, MK memutuskan pasal 61 Ayat (2) dan pasal 64 ayat (5) UU Adminduk bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat.

MK menyatakan bahwa status penghayat kepercayaan dapat dicantumkam dalam kolom agama di KK dan e-KTP tanpa perlu merinci aliran kepercayaan yang dianutnya.

Hal tersebut diperlukan untuk mewujukan tertib administrasi kependudukan mengingat jumlah penghayat kepercayaan dalam masyarakat Indonesia sangat banyak dan beragam.

(**/TS)

Rate this item
(0 votes)
Go to top