Tersangka Lagi, Kader Golkar Ingin Setnov Mundur

Anggota GMPG Mirwan Vauly menilai mundurnya Novanto dapat menyelamatkan citra dan elektabilitas partai yang semakin merosot di mata publik Anggota GMPG Mirwan Vauly menilai mundurnya Novanto dapat menyelamatkan citra dan elektabilitas partai yang semakin merosot di mata publik IST

Berita9.com - Pasca ditetapkannya Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Setya Novanto (Setnov) sebagai tersangka, desakan agar Setnov mundur dari jabatannya sebagai Ketum kembali menguat.

Hanya saja, desakan itu tidak bisa begitu saja dilakukan sebab mekanisme pergantian Ketum sudah diatur dalam AD/ART Partai Golkar. Penegasan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham yang menyebut bahwa pergantian sturktur kepemimpinan partai diatur melalui Musyawarah Nasional sesuai pasal 32 AD/ART.

"Itu udah ada di sana. Munas satu dan dua ditentukan DPD 1. Itu ada AD/ARTnya," kata Idrus di kantor DPP Partai Golkar, bilangan Jakarta Barat, Ahad (12/11/2017).

Musyawarah Nasional adalah pemegang kekuasaan tertinggi partai yang diadakan sekali dalam lima tahun. Munas salah satunya berwenang untuk memilih dan menetapkan ketua umum partai.

Pasal 32 Ayat 3(a) AD/ART Golkar sementara itu menjelaskan, partai bisa menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa jika dihadapkan pada kegentingan yang memaka. Munaslub diadakan atas permintaan dan/atau persetujuan sekurang-kurangnya 2/3 Dewan Pimpinan Daerah Provinsi.

Desakan agar Golkar merombak kepemimpinan muncul karena elektabilitas partai menurun sejak Setya Novanto tersandung kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. Meski demikian, Idrus mengaku tidak ada masalah berarti di internal partai sejak Setya Novanto ditetapkan kembali sebagai tersangka. Dia melihat tiap pimpinan di tingkat provinsi Golkar terus memberikan dukungan saat malam penetapan tersangka.

"Sebagian besar telepon saya dan menyatakan berikan dukungan terhadap kepemimpinan yang ada dan paling penting tetap solid," ujarnya.

Meski muncul aspirasi yang menghendaki penonaktifan Setya Novanto sebagai ketua umum, Idrus menganggapnya sebatas suara kecil dari Golkar. "Pasti ada saja suara itu. Tapi kami tetap kembali kepada pedoman partai ini," kata Idrus.

Desakan Setya Novanto mundur dari jabatan dilontarkan Generasi Muda Partai Gokar setelah keluar penetapan tersangka dari KPK.

Anggota GMPG Mirwan Vauly menilai mundurnya Novanto dapat menyelamatkan citra dan elektabilitas partai yang semakin merosot di mata publik. Permintaan Novanto mundur tidak hanya disuarakan oleh angkatan muda Golkar, tetapi juga beberapa anggota senior lainnya. 

(**/TS)

Rate this item
(0 votes)
Go to top