Istiqâmah Bersama Al-Qur’an & Sunnah Sebuah Jalan Keselamatan

Berita9.com - Istiqâmah di atas sunnah adalah keinginan setiap orang yang benar-benar beriman yang berharap bisa meraih ridha Allâh Azza wa Jalla dan kebahagiaan akhirat serta takut terhadap murka Allâh Azza wa Jalla.

Konsisten di atas ketaatan sampai tutup usia adalah kenikmatan tiada tara bagi orang yang beriman. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada seorang lelaki yang bertanya kepada baginda Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah manusia terbaik itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ

"orang yang panjang umurnya dan amal perbuatannya bagus"

Lalu diitanya lagi, “Siapakah manusia yang terjelek itu?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:

مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

"orang yang panjang usianya namun amal perbuatannya buruk"

Oleh karena itu istiqâmah di atas petunjuk, senantiasa berada dalam ketaatan serta terus menjauhi larangan merupakan sifat kaum Mukminin sejati. Itu merupakan jalan satu-satunya untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Allâh Azza wa Jalla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣٠﴾ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۖ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, “Rabb kami ialah Allâh” Kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka Malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allâh Azza kepadamu”. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta [Fusshilat/41:30-31]

Allâh Azza wa Jalla telah memerintahkan kepada Nabi-Nya juga para hamba-Nya agar istiqâmah menjalankan perintah-perintah-Nya. Allâh Azza wa Jalla berfirman.

فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۚ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan. [Hud/11:112]

Orang yang sering menjalankan perintah dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ada jaminan bahwa dia akan meninggal dalam keadaan seperti itu, karena hati manusia sangat mudah berubah-rubah. Oleh karena itu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang umatnya untuk bergaul dengan orang-orang yang buruk karena dikhawatirkan akan terpengaruh.

Terkadang ada orang yang zhahirnya taat dan istiqâmah, tapi kemudian dia menyimpang dengan berbagai sebab. Na’udzu billah. Atau sebaliknya, dia kafir atau ahli bid’ah, kemudian berubah menjadi Mukmin yang taat.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا وَيُمْسِي مُؤْمِنًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا

Bergegaslah untuk melakukan amal-amal shaleh sebelum fitnah-fitnah (berdatangan) seperti malam yang gelap gulita. Ada orang yang pada pagi harinya dia Mukmin kemudian pada sore harinya dia menjadi kafir dan ada juga orang yang pada pagi harinya dia kafir kemudian pada sore harinya dia menjadi Mukmin, dia menjual agamanya dengan pernak-pernik dunia. [HR. Muslim]

Karena fitnah yang begitu dahsyat, maka orang akan sangat cepat berubah, sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas.

Dari sini, kita juga mengetahui betapa istiqâmah di atas al-haq, al-Qur’an dan sunnah itu begitu penting bagi seseorang yang menginginkan kesalamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Akhirnya, hanya kepada Allâh Azza wa Jalla kita memohon agar kita diberikan keistiqâmahan di al-haq yang berdasarkan al-Qur’an, sunnah dan ijma’ Ulama.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XXI/1439H/2018M]

Rate this item
(0 votes)
Go to top