Keringanan Menjamak Sholat Saat Silaturahmi Mudik

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS an-Nisaa’ 101). ”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS an-Nisaa’ 101). IST

Berita9.com - Siapa nieh yang sudah mudik atau sedang bersiap mudik untuk bersilaturahmi dan liburan ke kampung halaman? Selain mempersiapkan tubuh, mental dan uang tentunya, Anda juga mesti mempersiapkan pelindungan iman yang kuat ya. Kenapa?

Banyak dari Anda yang mungkin akhirnya melalaikan shalat 5 waktu karena alasan perjalanan atau terjebak kemacetan dan tidak ada tempat untuk salat. Alasan seperti ini sepertinya tidak berlaku lagi jika Anda mengetahui solusi berikut ini.

Ya, agama Islam mempermudah umatnya dala beribadah. Ini adalah fakta yang tidak bisa dipersalahkan. Sebab, meski pun Anda khawatir kan terjebak macet dan tidak bisa salat 5 waktu, ada cara yang memudahkan Anda untuk bisa mengatasi masalah ini. Adalah men-jamak salat.

Namun, sebelum mengetahui bagaimana salat itu dilakukan, ada baiknya kita mengetahui dulu bagaimana hukum waktunya.

Anda mesti tahu bahwa menjalankan salat ini tidak sembarang kondisi. Hal pertama yang mesti diketahui dan disadari adalah jarak mudiknya. Beberapa ulama ternyata berpendapat bahwa jarak safar yang diperbolehkan mengqoshor salat adalah 48 mil atau 85 km. Namun, pendapat ini sangat tentatif!

Jika Anda merasa bahwa antara kota A dengan kota B sudah disebut safar, maka boleh melakukan salat qoshor. Namun, ini bukan kemudian jarak yang dekat juga membuat Anda harus melaksanakan salat qoshor, ya. Kondisi darurat biasanya diprioritaskan.

Lebih lanjut lagi, Anda juga mesti tahu bahwa salat qoshor ini punya waktu-waktu khususnya.

Salat Jamaah

Menurut beberapa referensi, jamak salat bisanya dilakukan pada salat Zhuhur dan Ashar, atau Maghrib dan Isya. Hal ini sejalan dengan Hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya menjama' salat Maghrib dan Isya ketika safar".

Setelah itu, Anda juga mesti tahu bahwa menurut Syaikh 'Abdul Aziz bin 'Abdillah bin Baz menyatakan,

"Apabila musafir berada di perjalanan, maka tidak mengapa dia salat sendirian. Adapun jika telah sampai tempat tujuan, maka jangan dia salat sendirian, akan tetapi berjamah lebih diutamakan. Kemudian dia menyempurnakan raka'atnya.

Sementara itu, terkait dengan bagaimana tata cara salat jamak ini, penjelasan berikut bisa membantu Anda.

Salat jamak antara dua shalat pada waktu safar diperbolehkan. Shalat yang boleh dijamak adalah shalat Zhuhur dengan Ashar dan shalat Maghrib dengan Isya. Shalat jamak terdiri dari dua macam: jamak takdim dan jamak takhir.

Jamak takdim adalah menggabungkan shalat antara shalat Zhuhur dan Ashar yang dilakukan pada waktu Zhuhur dan shalat Maghrib dan Isya yang dilakukan pada waktu Maghrib.

Jamak takhir adalah menggabungkan shalat antara shalat zhuhur dan ashar yang dilakukan pada waktu Ashar dan shalat Maghrib dan Isya yang dilakukan pada waktu Isya.

Nah, seorang musafir yang melakukan qashar dan jamak shalat secara berjemaah hendaknya mengikuti tata cara sebagai berikut;

1. Niat untuk melakukan shalat jamak dan qashar secara berjamaah.

2. Disunatkan membaca iqamah pada setiap shalat (misalnya iqamah untuk shalat zhuhur dan iqamah untuk shalat ashar).

3. Berimam pada orang yang sama-sama melakukan qashar dan jamak.

4. Shalat jamak dilakukan secara langsung tanpa diselingi dengan shalat sunat atau doa.

Belum berhenti di situ, bagaimana dengan rakaatnya?

Mengqashar shalat adalah mengurangi shalat yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat, yaitu pada shalat Zhuhur, Ashar dan ‘Isya.

Dalil Shalat Qashar bisa Anda ketahui di Al Qur'an

”Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqashar sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS an-Nisaa’ 101).

Dari ‘Aisyah RA berkata : “Awal diwajibkan shalat adalah dua rakaat, kemudian ditetapkan bagi shalat safar dan disempurnakan ( 4 rakaat) bagi shalat hadhar (tidak safar)” (Muttafaqun ‘alaihi) Jarak Qashar Seorang musafir dapat mengambil rukhsoh shalat dengan mengqashar dan menjama’ jika telah memenuhi jarak tertentu.

dari Yahya bin Zaid Al Huna’i, katanya; “Aku pernah bertanya kepada Anas bin Malik tentang mengqashar shalat. Dia menjawab; “Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar sejauh tiga mil, atau tiga farsakh -syu’bah ragu- maka beliau melakukan shalat dua rakaat.” (HR. Muslim).

Jadi, sekali pun Anda mudik, ibadah kepada Allah SWT tetap harus dikerjakan, ya. Jangan jadikan mudik sebagai alasan Anda melalaikan salat dan dengan memohon pertolongan kepada ALLOH agar senantiasa dianugrahi nikmat keterjagaan ibadah agar diterimaNYA. Aamiin! Selamat Mudik... (*)

Rate this item
(0 votes)
Go to top