Sejenak Mengenal Qonthoroh, Sebuah Tempat Antara Shiroth dan Surga

Berita9.com - Bismillah walhamdulillah was sholaatu was salam ‘ala Rasulillah wa ba’du.

Setelah orang-orang beriman berhasil melewati shiroth, mereka kelak akan sampai di sebuah tempat yang disebut Qonthoroh. Suatu tempat yang terletak setelah shiroth (jembatan di atas neraka jahanam), sebelum surga.

Qonthoroh merupakan tempat terakhir yang akan dilalui oleh manusia, berupa jembatan yang menghubungan mereka ke surga. Karena tempat-tempat di hari kiamat yang akan dilalui manusia, banyak. Ada Padang Mahsyar, Mizan, Shiroth, para ulama menyebutnya “Mawaqif Yaumil Qiyamah” (tempat-tempat di hari kiamat). Qonthoroh adalah yang terakhir.

Para ulama berbeda pendapat tentang Qonthoroh, apakah ia terusan jembatan Shiroth atau jembatan sendiri :

Sebagian menyimpulkan, Qonthoroh adalah terusan jembatan Shiroth atau ujungnya shiroth.

Sebagian yang lain menyatakan bahwa Qonthoroh adalah jembatan tersendiri.
Pendapat kedua ini lebih kuat insyaallah. Qonthoroh jembatan tersendiri yang terpisah dari Shiroth. Karena dari segi letak, kedua jembatan ini berbeda. Shiroth berada di atas neraka, sementara Qonthoroh terletak antara neraka dan surga.

Nabi shallallahualaihi wa sallam bersabda :

يخلص المؤمنون من النار فيحبسون على قنطرة بين الجنة والنار

Setelah orang-orang beriman berhasil selamat dari neraka, mereka akan ditahan di Qonthoroh, yang terletak antara surga dan neraka… (HR. Bukhori)

Jika kita katakan Qonthoroh adalah ujung / terusannya jembatan Shiroth, tentu tidak bisa dikatakan Qonthoroh berada di antara neraka dan surga. Karena Shiroth terletak di atas neraka, dan tentu terusan Shiroth adalah Shiroth yang sama, terbentang di atas neraka. Sementara letak Qonthoroh disebutkan dalam hadis, di antara surga dan neraka, artinya antara Shiroth yang terbentang di atas neraka, dan surga. Sehingga kesimpulan bahwa Qonthoroh ujungnya Shiroth kurang tepat, bertentangan dengan hadis di atas.

Imam Al ‘Aini rahimaullah dalam ‘Umdatul Qori menegaskan,

إن الحديث مصرح بأن تلك القنطرة بين الجنة والنار وهو يقول إنها طرف الصراط من الصراط، وقوله بين، يدل على أنها قنطرة مستقلة غير متصلة بالصراط، وهذا هو المعنى قطعا

Hadis yang menjelaskan tentang keberadaan Qonthoroh jelas menegaskan bahwa Qonthoroh terletak di antara surga dan neraka, sementara ada ulama yang mengatakan bahwa Qonthoroh adalah ujungnya Shiroth. Sabda Nabi yang menyatakan,”Qonthoroh di antara surga dan neraka,” menunjukkan bahwa Qonthoroh adalah jembatan tersendiri, tidak bersambung dengan Shiroth. Makna ini sangat tegas dalam hadis. (‘Umdatul Qori Syarh Shohih Al Bukhori, 12/400 – 401)

Apa yang Terjadi di Qonthoroh?

Di Qonthoroh kelak, akan dilaksanakan kembali persidangan (hisab). Untuk menebus sisa-sisa kezoliman yang sebagian besarnya telah diselesaikan di Yaumul Hisab, padang Mahsyar. Sehingga penduduk surga nanti saat memasuki surga, tak lagi sedikitpun menyimpan dendam dan kebencian. Segala yang mengganjal berupa kezoliman-kezoliman kecil, telah diselesaikan seadil-adilnya di persidangan Allah di Qonthoroh. Allah berfirman tentang kondisi penduduk surga saat dimasukkan ke dalam surga nanti,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ

Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mereka masuk ke dalam surga yang mengalir di bawah mereka sungai-sungai. (QS. Al-A’rof : 43)

Sahabat Abu Saíd Al Khudriy –radhiyallahu’anhu– menceritakan sabda Nabi shallallahu’alahi wa sallam yang menjelaskan peristiwa yang terjadi di Qonthoroh :

يخلص المؤمنون من النار فيحبسون على قنطرة بين الجنة والنار، فيقص لبعضهم من بعض مظالم كانت بينهم في الدنيا، حتى إذا هذبوا ونقوا أذن لهم في دخول الجنة، فوالذي نفس محمد بيده لأحدهم أهدى بمنزله في الجنة منه بمنزله كان في الدنيا

“Orang-orang beriman yang telah selamat dari neraka (setelah melewati Shiroth) akan tertahan di Qonthoroh (sebuah jembatan) di antara surga dan neraka. Kemudian ditegakkanlah qishosh terhadap sebagian mereka akibat kezaliman yang terjadi di antara mereka di dunia. Setelah dibersihkan dan dibebaskan (dari kezaliman), barulah mereka diizinkan masuk surga. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh salah seorang di antara mereka lebih paham terhadap tempat tinggalnya di surga daripada tempat tinggalnya di dunia.” (HR. Bukhari)

Mungkinkah Kembali ke Neraka?

Yang akan digunakan sebagai penebus kezoliman adalah pahala. Rupiah tak lagi bermanfaat ketika itu. Namun, jika pahala harus menjadi tebusan, itu tak sampai menjadikan mereka kembali lagi ke neraka. Karena kezoliman yang disisakan untuk ditebus di Qonthoroh, adalah kezoliman-kezoliman kecil yang tak sampai menjadikan pelakunya kembali ke neraka.

Sebagaimana penjelasan dalam Syarah Akidah Thohawiyah, Oleh Syekh Ibnu Útsaimin rahimahullah berikut,

وهذا القصاص غير القصاص الأول الذي في عرصات القيامة؛ لأن هذا قصاص أخص، لأجل أن يذهب الغل والحقد والبغضاء التي في قلوبهم، فيكون هذا بمنزلة التنقية والتطهير، وذلك لأن ما في القلوب لا يزول بمجرد القصاص

“Qishosh (pembalasan kezoliman) di Qonthoroh tidak seperti qishosh pertama di Padang Mahsyar. Karena qishosh di Qonthoroh ini lebih khusus, yang bertujuan mengikis kedengkian, dendam dan kebencian dalam hati mereka. Sehingga persidangan di Qonthoroh nanti fungsinya penjernihan atau pen-filteran. Hal ini karena penyakit dalam hati tak hilang hanya dengan qisos saja. (Syarah Akidah Washitiyah, 2/163)

***

Ditulis oleh Ustadz Ahmad Anshori
(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Qur’an Yogyakarta)

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top