39 DPRD Tersangka Korupsi Masih Terima Gaji

Berita9.com - Dari 41 anggota DPRD Kota Malang yang menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap APBD-Perubahan Kota Malang tahun anggaran 2015, 39 di antaranya masih menerima gaji.
 
Hanya Moh Arief Wicaksono, Mantan Ketua DPRD Kota Malang dari PDI-Perjuangan, dan Ya'qud Ananda Gudban, politisi Hanura, yang sudah tidak menerima gaji dari DPRD Kota Malang karena mundur dari dewan.
 
Arief Wicaksono tidak menerima gaji karena sudah divonis lima tahun di pengadilan Tipikor, Surabaya. Sedangkan Ya'qud Ananda Gudban mundur karena maju sebagai calon wali kota. Dia sudah digantikan Nirma Cris Nindya melalui penggantian antarwaktu (PAW).
 
Sekretaris DPRD Kota Malang, Bambang Suharijadi, mengatakan 17 anggota DPRD yang sudah berstatus terdakwa hanya mendapat gaji pokok sebesar Rp 2,1 juta. Mereka saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Surabaya.
 
Sedangkan untuk 22 anggota dewan yang baru saja ditetapkan sebagai tersangka masih menerima gaji plus tunjangan, yakni sebesar Rp 32 juta.
 
"Kalau yang berstatus tersangka itu tetap menerima gaji dan tunjangan. Kalau yang sudah menjadi terdakwa yang 17 angota DPRD itu hanya menerima gaji pokok saja. Kalau sudah PAW ya sudah gaji dicabut," katanya.
 
(**/IST)
Rate this item
(0 votes)
Go to top