Aksi Brimob Gotong Konglomerat Disayangkan

Berita9.com - Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengritisi terkait beredarnya foto dan video anggota Brimob menggendong Konglomerat Sri Dato Tahir.

Menurutnya, tradisi seperti itu biasanya hanya dilakukan anggota kepada pimpinan atau senior.

"Secara tradisi, dibopong pasukan seperti ini menunjukkan penghormatan dan loyalitas. Biasa dilakukan pada pimpinan atau senior yang dianggap layak," katanya, (17/11)

Ia menilai apa yang dilakukan Korps Brimob terhadap Dato tahir adalah bentuk penghormatan seperti biasa dilakukan anggota ke pimpinan. Namun mengingat Tahir adalah pihak swasta, ia menilai lebih baik lebih dipertimbangkan sebelumnya.

"Nah, apa yang dilakukan pasukan Brimob terhadap Dato' Tahir bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan. Tapi mestinya pimpinan Brimob mempertimbangkan juga soal kepatutannya," ulasnya.

Tradisi bopong itu memang digunakan untuk memberikan penghormatan keapda seseorang yang dianggap layak. Dalam kasus Dato Tahir yang ada seorang konglomerat, pandangan masyarakat jelas akan berbeda dan berspekulasi soal adanya kepentingan tersebunyi.

"Ya kan Dato Tahir ini pengusaha. Meski mungkin dukungannya dianggap luar biasa pada upaya peningkatan kemampuan operasional Polri (Brimob), naif kalau kita tidak berhitung bahwa beliau juga bisa saja punya kepentingan terkait aktivitas usahanya di Indonesia," katanya.

Adanya pemberian penghargaan warga kehormatan sudahlah cukup. Penghormatan terhadap Dato Tahir sebagai seorang konglomerat, seharusnya tidak perlu dilakukan atau diumbar dengan cara menjalankan 'tradisi bopong' perwira.

"Itu yang saya kira membuatnya kurang patut untuk diumbar ke publik dengan aksi pembopongan macam ini. Jadi mestinya penghormatan itu gak perlu ditunjuk-tunjukkan," ulasnya.

Sementara pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan pemberian penghargaan dari Polisi untuk warga negara lainnya pada dasarnya memang tidak bisa dibatas-batasi berdasarkan latar belakang.

"Bagi polisi bisa jadi pemberian penghargaan terhadap warga negara itu tidak perlu membeda bedakan dari suku bangsa apa," katanya, (17/11).

Ia menjelaskan, yang paling penting jika polisi memberikan penghargaan kepada masyarakat adalah apa yang dbuat memang memberi andil positif terhadap pengabdian Polisi.

"Yang penting memberi andil positif terhadap tugas atau pun pengabdian polisi. Andil positif yang bagaimana lebih jelas ditanyakan kepada polisi," jelasnya.

Dalam kasus pemberian penghargaan Brimob kepada Bos Mayapada Sri Dato Tahir, ia menilai ini kemungkinan besar memang menimbulkan pembicaraan di masyarakat. Apalagi dengan cara membopong layaknya komandan satuan. Menurutnya, masyarakat bisa saja berpikiran subjektif.

"Bagi masyarakat bisa jadi pandangannya terhadap polisi subyektif, karena apa tidak ada warga negara Indonesia yang memberi kan andil positif kepada Polri. Begitu kira-kira penilaian saya," ulasnya.

Diketahui, belakangan warga net ramai membicarakan terkait beredarnya foto dan video konglomerat Sri Dato Tahir, pemilik kelompok usaha Mayapada Grup sedang digendong puluhan anggota Brimob.

Sebelumnya, di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin 12 November 2018 kemarin, 10 orang secara resmi diangkat sebagai warga kehormatan ( Wahor ) Brimob.

Pemberian gelar Warga Kehormatan menurut Komandan Korps Brimob Polri Irjen. Rudy Sufahriadi diberikan dalam rangka HUT Brimob yang ke - 73 kepada mereka yang dianggap berjasa terhadap Brimob.

"Kami memberikan warga kehormatan ke beberapa pati (perwira tinggi) Polri. Namun demikian ada satu pengusaha yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi pertimbangannya," katanya.

Ia menambahkan gelar warga kehormatan tak hanya terbatas untuk anggota Polri. Sebagai contoh, satuan Brimob di daerah memberi gelar tersebut kepada bupati. Terkait pemberian penghargaan terhadap Dato Sri Tahir sebagai warga kehormatan, diakuinya karena kontribusinya diantaranya merehabilitasi gedung pusat pendidikan (pusdik) Korps Brimob, yang selama ini tidak terjangkau APBN.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top