Aliansi Muslim Bergerak Aksi Peduli Uighur Di Yogyakarta

Berita9.com - Sekitar 300 ratusan Massa yang tergabung dalam Aliansi Muslim Bergerak, Sabtu pagi ini (21/12) menggelar unjuk rasa di sekitar kawasan Istana Negara di Yogyakarta. Kawasan yang dikenal sebagai 'titik kilometer 0' berada persis di perempatan Kraton Yogyakarta, Kantor Pos Besar, dan Gedung BNI 46, serta kawasan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949. Aksi berlangsung sekitar pukul 07:30 WIB membuat kawasan itu hiruk pikuk.

''Ini bentuk kepedulian kami atas nasib saudara kami di Uighur. Kami datang dari berbagai elemen pemuda dan mahasiswa yang ada di Yogyakarta. Kami bergerak dengan pawai berjalan kaki dengan tititik awal di kawasan Masjid Syuhada, memutar Tugu, hingga ke kawasan Maliboro, hingga depan Gedung Negara ini,'' kata Koordinator Lapngan Aliasni Silaturahim Muslim Bergerak, Faisal Sahlan.

Para pengunjuk rasa yang terdiri dari kaum muda Yogyakarta berbaris dengan tertib saat melewati kawasan Maliobor yang saat ini mulai dipadati para wisatawan liburan akhir tahun. Dengan membawa satu mobil komando dan diikuti satu mobil ambulans menguntitnya. Saat unjuk rasa digelar petugas keamanan dari aparat kepolisian dan militer terlihat menjaganya.

Dari press release yang disebar, para pengunjuk rasa menyinggung soal artikel dari 'Wall Street Jurnal' yang berjudul 'How China Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps'. Para pengunjuk rasa menyangkan sikap ormas Islam Indonesia yang terkesan diam dan tak berbuat maksimal.

''Hal ini membuat isu mengenai Uighur kembali memanas. Selain itu cuitan seorang pesepakbola dari salah satu klib Liga Inggris, Mesut Ozil, yang melakukan kritik keras terhadap berbagai perlakuan pemerintah Tiongkok terhadap Muslim Uighur menambah memanasnya isu ini,'' tegasnya lagi.

Selanjutnya Alinasi Peduli Muslim Bergerak kemudian menyampaikan beberapa sikapnya. Pertama mengecam dan mengutuk keras perlakuakn keji rezim Tiongkok terhadap entis Muslim Uighur. Kedua, mendesak pemerintah Indonesia segera bertindak melakukan investigasi dan pembelaan terhadap etnis Uighur. Ketiga, mendesak agar pemerintah Indonesia bersuara atas soal Uighur tersebut.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top