Bantu Musibah Pacitan dan Yogyakarta

Berita9.com - Mengingat masih banyaknya warga terdampak, dan lumpuhnya aktivitas di Pacitan, lantaran banjir yang bersumber dari aliran Sungai Grindulu, dan juga berdampak pada pemadaman listrik. Tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa dan sejumlah relawan, bergerak menggelar respons cepat. 

Kamis, 30 November 2017, tim bergerak untuk membersihkan sejumlah sekolah yang terendam banjir dan mendirikan Dapur Umum di lokasi pengungsian.

Konsentrasi tim DMC Dompet Dhuafa dipecah menjadi dua, yaitu untuk membersihkan sekolah dan fasilitas umum, serta satu tim lagi bergerak untuk dapur umum. TK Tunas Bakti dan SD Negeri Kembang, menjadi target utama tim bersih-bersih. Kemudian, Desa Kedungbendo, Kecamatan Arjosari, Pacitan, sebagai lokasi Dapur Umum Dompet Dhuafa.

"Hari ini, tim sengaja kita bagi dua untuk mengakomodir lebih banyak kebutuhan masyarakat. Satu tim kami kerahkan untuk membersihkan sekolah dan fasilitasnya, kemudian satu tim lagi membuka dapur umum. Kali ini dapur umum mengelola kebutuhan pangan sekitar 250 paket. Namun, untuk mengakses dapur umum warga harus menempuh jarak 3 Kilometer dan menyeberangi sungai. Untuk mengatasi masalah tersebut, besok tim juga ada yang mendistribusikan pangan dengan armada perahu," ujar Koordinator tim Respon DMC Dompet Dhuafa untuk Banjir-Longsor Pacitan, Sanadi, dalam siaran persnya.

Menurut data yang terhimpun di posko induk, dia mengaku, tercatat ada 573 jiwa mengungsi di 5 titik pengungsian. Wilayah Karya Darma menjadi pusat pengungsian sementara, lantaran menampung 497 pengungsi yang merupakan pindahan dari GOR Pacitan. 
Selain itu, Sanadi mengaku, tim di lapangan juga menemukan ada 11 sekolah terendam banjir, yang tentunya membutuhkan respon untuk pembersihan sekolah, supaya kegiatan belaja-mengajar kembali berjalan.

Tim DMC dan relawan dari Dompet Dhuafa Jawa Timur, tengah mendirikan posko kebencanaan Banjir-Longsor Pacitan di Desa Sumberharjo, RT 01/RW 01, Kecamatan Pacitan. Tentunya keberadaan posko tersebut juga buah dari sinergi dengan warga setempat. Mari bantu dan ringankan beban saudara kita yang terdampak banjir-longsor di Pacitan dan sekitarnya.

Di wilayah lain, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Rabu, 29 November 2017 dini hari, masih berlanjut hingga, Kamis sore ini, dan membuat beberapa wilayah di sekitaran Yogyakarta mengalami banjir, longsor, serta kerusakaan akibat angin kencang. 

Menurut laporan tim Dompet Dhuafa Yogyakarta, banjir terjadi di 110 titik lokasi, angin kencang terjadi di 122 titik lokasi, dan longsor terjadi di 105 titik lokasi. Hingga kini tercatat sembilan korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Bencana ini juga menyebabkan 8.453 jiwa mengungsi.

Berangkat dari kondisi ini, tim Dompet Dhuafa Yogyakarta telah menurunkan tim untuk membantu para korban dengan berbagai aksi. Saat ini juga berkolaborasi dengan tim dari Jakarta yang berangkat via jalur darat malam tadi.

"Tim respon bencana Dompet Dhuafa telah melakukan beberapa respon darurat, antaranya suplai logistik pengungsi, distribusi hygiene kit, air bersih, popok bayi, dan keperluan wanita. Tim medis pun sudah diturunkan untuk memberikan layanan kesehatan kepada para korban terdampak. Kami juga membuka posko bencana di daerah Ngancar RT 01, Karangtalun, Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta," tutur Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Yogyakarta, Fatchuri Rosidin. 

Seiring dengan diterjunkannya bantuan oleh tim Dompet Dhuafa Yogyakarta, tim Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa juga melakukan mapping area dan assesment di daerah tersebut.

Setelah sekitar pukul 02.30 WIB, Rabu 29 November 2017 dini hari, bertolak dari Jakarta menuju Yogyakarta dan Pacitan. Tentu upaya ini mengharap doa dan dukungan masyarakat Indonesia semua dalam upaya merespons saudara terdampak banjir dan longsor.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top