Fenomena Pencurian Uang Nasabah BRI

Berita9.com - Bersamaan dengan kasus skimming yang terjadi pada cabang PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) di Kediri, muncul sejumlah orang yang juga mengaku menjadi korban dan kehilangan sejumlah dananya di ATM BRI.

Merespon kejadian pencurian uang nasabah, direksi BRI mengaku bahwa ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menunggangi dan memanfaatkan kasus skimming ini.
 
"Kami cek apakah ada yang menunggangi dari kejadian skimming ini. Hal ini belum dapat dipastikan kebenarannya dan bertendesi mendiskreditkan BRI," kata Direktur Digital Banking & Teknologi Informasi BRI, Indra Utoyo, di Jakarta, (15/3).
 
Berita-berita kehilangan dana ini muncul dari sejumlah video dan pesan berantai (broadcast).
 
Salah satunya di Blitar adalah kasus seorang pria mengaku menjadi korbang skimming, namun setelah ditelusuri ternyata uang di rekeningnya ditarik oleh istrinya sendiri.
 
"Ada juga yang ngaku-ngaku (terkena) skimming, ternyata dia lupa sudah diambil di bulan sebelumnya. Ada berbagai video, pesan berantai, dan gambar yang ditambah kata-kata seram yang menimbulkan keresahan bagi masyarakat," lanjutnya.
 
Indra mengaku, saat ini BRI sedang melakukan koordinasi dengan Bareskrim, untuk meneliti viral video tersebut. Indra mengaku pihaknya sedang mendalami kasus ini, apakah memang korban skimming atau motif lainnya.
 
"Atas hal tersebut BRI tidak segan untuk memprosesnya dengan pihak berwajib kepada oknum-oknum yang sengaja menunggangi atau memanfaatkan kejadian tersebut untuk tujuan-tujuan tertentu," tegasnya.
 
BRI Cabang Kediri sementara ini dirugikan 33 nasabahnya dengan total kehilangan saldo Rp 145 juta.
 
Menurut Indra Utoyo, kejahatan skimming merupakan modus yang sudah lama di dunia perbankan, dan tidak hanya terjadi di BRI namun juga di bank lainnya.
 
"Memang kejahatan skimming ini jaringannya internasional, tapi mereka punya tangan-tangan di lokal. Ini mereka yang melakukannya sudah teridentifikasi melalui CCTV dan kejadiannya jam berapa sudah kami ketahui," katanya di Gedung BRI Pusat, Jakarta, Jumat (16/3).
 
Sindikat ini, menurut Indra, berasal dari Jerman dan Spanyol. Hal ini terlihat dari data history penarikannya yang dimiliki oleh BRI, muncul dalam angka nonrupiah serta bukan angka bulat
 
"Ketika mendapatkan pengaduan, kami langsung men-track data nasabah. Ternyata dalam waktu bersamaan terjadi transaksi di berbagai tempat di Jerman dan Spanyol," ujarnya.
 
Transaksi atau penarikan dana ini, tak hanya dilakukan melalui ATM. Namun juga bisa menggunakan mesin EDC (Electronic Data Capture).
 
Saat ini BRI mengaku telah melakukan koordinasi dengan Bareskrim untuk mengungkap pelaku kejahatan skimming. Tak hanya pelaku, bank juga akan mencari jaringan utama yang terlibat dalam kejadian ini.
 
"Yang paling utama kami sudah berkoordinasi dengan Bareskrim. Dan ini penting untuk menindak sampai ke akar-akarnya, kalau tidak ini akan terjadi terus menerus," lanjutnya.
 
(**/IST)
Rate this item
(0 votes)
Go to top