Harga Sembako Diprediksi Naik Hingga Februari 2019

Berita9.com - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DI Yogyakarta memprediksi kenaikan harga kebutuhan bahan pokok akan berlangsung sampai Februari tahun depan.

Sebagai antisipasi, Disperindah akan membuka perdagangan antar daerah.

Kepala Disperindag DI Yogyakarta Tri Saktiyana  menyampaikan kenaikan harga yang perlu diwaspadai ada pada bahan pokok seperti beras dan telur.

“Harga beras medium sejak awal Desember sudah merangkak naik dengan kisaran Rp500-Rp600 per kilogram. Sedangkan telur mencapai Rp200-Rp300 per kilogram. Untuk daging sapi masih stabil mahal,” kata dia, (5/12).

Naiknya harga beras medium ini menurutnya dipicu semakin sedikitnya lahan persawahan di DI Yogyakarta yang panen sebab sudah memasuki musim tanam. Tri juga menyatakan penyebab lainnya beras medium menjadi mahal karena dipoles lagi oleh pedagang menjadi beras premium.

Dengan dipoles dan dikemas menjadi beras premium, maka harga beras medium merangkak naik pembelian besar-besaran dan ini legal.

“Telur naik karena selama ini peternakan ayam petelur sudah mulai berkurang di DI Yogyakarta. Sebab pindah ke Jawa Tengah maupun Jawa Timur,” terangnya.

Sebagai antisipasi, DI Yogyakarta membuka kesempatan perdagangan antara daerah selebar-lebaranya terutama dengan semua provinsi di Jawa. Hal sebagai upaya mencukupi kebutuhan dan menahan laju harga sebab kenaikan diprediksi berlangsung sampai Februari 2019.

Hal ini dikarenakan kebutuhan menjelang libur panjang Natal dan tahun baru 2019 membutuhkan pasokan. Prediksi kenaikan akan mencapai 15-20 persen.

Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DI Yogyakarta Probo Sukesi memaparkan menyatakan secara umum tingkat inflasi di Kota Gudeg mengalami peningkatan dibandingkan tingkat nasional.

“Inflansi umum DI Yogyakarta sebesar 0,45% sedangkan nasional 0,27%. Demikian juga untuk inflansi bahan makanan juga sama, DI Yogyakarta sebesar 1,25% sedangkan tingkat nasional mencapai 0,24%,” jelasnya.

Karena itulah sebagai antisipasi kenaikan harga serta ketersediaan bahan pokok, TPID DI Yogyakarta akan melakukan pengawasan di pasar dari 14-20 Desember dengan tujuan menjaga agar inflasi terkendali. 

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top