Kampus Berhasil Ketika Alumninya Buka Lapangan Kerja

Berita9.com - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat dituntut untuk memiliki ciri khas saat bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Achmad Gunaryo, saat memberikan materi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa, dengan isu Pengelolaan Perguruan Tinggi dalam Menyongsong Penyusutan Peran Negara di Aula Kampus setempat, (11/3).

Achmad Gunaryo yang juga Guru Besar UIN Walisongo Semarang menjelaskan ciri khas yang dimaksud yakni, ciri khas lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Sehingga perguruan tinggi dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang kompetitif dan mampu membuka lapangan kerja secara mandiri dan bukan pencari kerja sebagai mana marak terjadi saat ini.

“Indikator keberhasilan perguruan tinggi itu tergantung cepat tidaknya alumni mendapat pekerjaan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Gunaryo mengatakan, perubahan menjadi IAIN merupakan tugas berat untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan lulusan yang mampu menjadi pembeda di masyarakat. Dia menjelaskan lulusan yang dilahirkan IAIN Meulaboh nantinya merupakan lulusan yang beda dengan lulusan perguruan tinggi lain.

“Jangan sampai, IAIN tapi rasa STAIN” Tegasnya.

Dalam kuliahnya Gunaryo juga menjelaskan penyusutan peran negara dalam mengelola lembaga pendidikan tinggi merupakan tuntutan zaman yang harus dilakukan, dimana di era Reformasi Birokrasi yang sedang digalakkan pemerintah, menuntut lembaga Pendidikan untuk Mandiri dalam pengelolaan kelembagaan.

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. Innayatillah, mengungkapkan keseriusannya dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas lulusan STAIN. Ia berpesan agar seluruh sivitas akademika tetap konsisten dan bersama-sama untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

Dirinya optimis mewujudkan IAIN Meulaboh menjadi jantung hati rakyat Aceh, khususnya kawasan Barat-Selatan Aceh. “Kehadiran Prof Gunaryo memantik semangat untuk membangun IAIN yang bermutu dan berkualitas,” ujarnya.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top