Kerugian Kapal Terbakar Capai Rp 120 Miliar

Berita9.com - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose langsung meninjau kebakaran hebat puluhan kapal ikan di Pelabuhan Benoa, Bali, Denpasar Selatan, Senin (9/7). Dari laporan yang diterima Kapolda Bali, bahwa kejadian puluhan kapal yang dilalap si jago merah, terjadi pada pukul 01.45 Wita, Senin (9/7), yang bermula dari kapal KMP Cilacap PT TKF.

"Menurut infomasi diterima kapal dalam keadaan hidup. Kemudian Anak Buah Kapal (ABK) mengetahui bahwa ada kebakaran. Sehingga mereka mencoba untuk memadamknan tetapi tidak berhasil kemudian merembet kepada kapal lainnya," ucapnya.

Kapolda Bali menyampaikan sampai saat ini masih ada sekitar 25 kapal ikan yang masih dicari identitasnya mulai dari nama dan sebagainya. Untuk sisa kapal ikan lainnya sudah terindifikasi.

"Untuk sampai saat ini, tidak ada korban jiwa, dan kita harus bersyukur. Sampai sekarang petugas kebakaran dari Kota Denpasar, dan Kabupaten Badung, dan dibantu lainnya," imbuhnya.

Menurut Kapolda Bali, setelah petugas gabungan bisa memadamkan kebakaran tersebut. Segera akan melakukan pemeriksaan dari tim forensik Polri yang sudah ada di TKP.

"Kalau untuk jumlah kerugian materi ini sangat besar. Rata-rata kapal harganya sekitar Rp 3 sampai 4 miliar. Kalau di kali 40 kapal kira-kita Rp 120 miliar, itu belum dengan perlengkapan dan barang lainnya," jelasnya.

Kapolda juga mengungkapkan, bahwa dari laporan yang saya terima dari Kepala Kepolisian Sektor Pelabuhan Benoa, Bali, kemudian juga dari BPBD Denpasar dan laporan dari masyarakat dan anggota yang ada di kepolisian. Sampai dari sekarang kebakaran ini masih berlanjut

"Untuk yang paling penting pertama adalah memadamkan kebakaran. Kemudian yang kedua kami dari pihak kepolisian akan meneliti apa ini kebakaran atau pembekaran," ujarnya.

"Tapi kalau dari laporan awal yang kami terima ini, adalah kebakaran karena kelalaian anggota ABK yang sudah diamankan dan dimintai keterangan. Sampai dari sekarang dari laporan yang ada dari seluruh steakholder. Bahwa sudah ada sekitar 40 kapal yang terbakar dan sampai sekarang juga kenapa api masih belum di padamkan karena masih banyak di setiap kapal yang siap belayar membawa solar," paparnya.

Menurut Kapolda, walaupun sampai saat ini sudah dikerahkan puluhan pemadam kebakaran, diperkirakan baru bisa dipadamkan sampai sore hari. Selain itu, Kapolda Bali juga menyatakan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Bandara I Gusti Ngurah Rai, karena asap yang membumbung tinggi apakah menggagu pendaratan pesawat terbang.

"Sampai saat ini belum terganggu, walaupun ini dekat dengan pendaratan (Bandara) tetapi belum ada gangguan. Untuk arus lalu lintas juga di Jalan Tol (Benoa) belum ada penebalan dan jalannya masih tidak terganggu," ujarnya.

"Saya sebagai Kepala Kepolisian daerah Bali, menghimbau kepada seluruh yang punya kapal maupun para nelayan untuk hati-hati karena memamg sistem keamanan rata-raya masih sangat lemah.Seharusnya ada highline, mungkin nantinya akan koordinasi dengan pihal pelabuhan agar persiapan air karen dari hasil pengecekan mamang tidak ada fasilitas," tutup Kapolda Bali.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top