KPK Tetapkan Tersangka Hasil OTT Jaksa di Jakarta

Berita9.com - Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (kedua kiri) bersama Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Jan S Maringka (kiri) menyampaikan keterangan pers terkait OTT Jaksa Kejati di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (29/6).

KPK menetapkan Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Agus Winoto, pihak swasta Sendy Perico dan pengacara Alvin Suherman sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di PN Jakarta Barat dengan barang bukti uang Rp200 juta, 20.874 dolar Singapura dan 700 dolar Amerika.

Tersangka Sendy Perico saat ini belum tertangkap. Laode juga mengimbau Sendy Perico untuk segera menyerahkan diri.

Sementara Indonesia Corruption Watch menilai operasi tangkap tangan jaksa sebagai upaya menyelamatkan institusi kejaksaan. ICW tidak memandang OTT tersebut sebagai upaya KPK untuk mempermalukan kejaksaan.

"Langkah KPK dapat dimaknai juga sebagai upaya bersih-bersih internal kejaksaan dari pihak-pihak yang mencoreng martabat kejaksaan," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana.

Sedangkan anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Teuku Taufiqulhadi justru menuding OTT KPK sebagai tindakan mempermalukan kejaksaan. Menurut Taufiqulhadi, seharusnya KPK berkoordinasi jika ada jaksa yang hendak ditangkap.

"Kalau memang sudah cukup alat bukti, ya silakan saja. Kalau itu dianggap oleh KPK sudah baik dan sudah benar, ya silakan saja. Tapi menurut saya, karena itu sebuah lembaga, seperti kejaksaan, kepolisian, yang paling baik bagi KPK kalau memang ada jaksa ataupun anggota kepolisian yang diperkirakan akan terjerat hukum, itu adalah berkomunikasi dan memberitahukan agar ditindak oleh lembaga itu sendiri," kata Taufiqulhadi.

Menurutnya, cara itu adalah semangat kebersamaan dan tidak menghilangkan muka dari lembaga seperti kejaksaan. Taufiqulhadi juga menilai OTT tanpa koordinasi yang dilakukan KPK merupakan tindakan mempermalukan lembaga lain.

"Ini menurut saya apa yang dilakukan KPK adalah seperti mempermalukan lembaga-lembaga yang sebenarnya mereka harus bekerja sama dalam penegakan hukum. Mereka (KPK) cenderung mengambil sendiri, dalam rangka apa, dalam rangka ingin mempermalukan kejaksaan," ucapnya.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top