Subsidi Pembuatan SIM A Umum Supir

Berita9.com - Kementerian Perhubungan mengalokasikan dana sebesar Rp 10-15 miliar untuk mensubsidi pembuatan SIM umum bagi pengemudi taksi online maupun konvensional.
 
Hal tersebut dilakukan untuk menertibakn persyaratan bagi pengemudi taksi (khususnya online) yang diatur dalam Permenhub 108 Tahun 2017.
 
Menhub Budi Karya Sumadi menyebutkan, pembuatan SIM umum bersubsidi tersebut baru dilakukan di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Untuk saat ini, Budi mengaku membuka kuota sebanyak 200 saja.
 
"200 batasnya, tapi tidak menutup kemungkinan kita buka lagi," kata Budi saat mengunjungi lokasi pembuatan SIM di Polres Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabtu (3/3).
 
Dalam kunjungannya, Budi sempat menyaksikkan langsung proses ujian SIM yang dilakukan oleh puluhan driver taksi online. Selain subsidi pembuatan SIM umum, Kemenhub juga menyediakan subsidi uji KIR yang digunakan oleh pengemudi taksi online.
 
"Program ini akan digelar selama satu bulan. Nanti, Selasa, akan ada pembuatan KIR gratis, dibiayai Menhub dan CSR," katanya.
 
Sementara, Kasubdit Registrasi dan Administrasi Dirlantas Polda Jawa Barat AKBP Mariyono menyebutkan, hingga saat ini sudah ada sekitar 184 driver taksi online yang mendaftar. Menurutnya, jika biasanya pemohon SIM harus membayar lebih dari Rp 200 ribu, dengan subsidi kini hanya perlu Rp 100 ribu saja.
 
"Kalau tidak disubsidi, SIM-nya saja Rp 120 ribu lebih, SKUKP Rp 50 ribu, dan masih ada biaya untuk tes kesehatan, juga psikotes," ujarnya.
 
Namun, ia menyebutkan, pembuatan SIM umum ini hanya diperuntukkan bagi pemohon yang sudah memiliki SIM A minimal satu tahun. Setelah itu, baru bisa ditingkatkan menjadi SIM A umum.
 
(**/KM)
Rate this item
(0 votes)
Go to top