Penegakan Hukum Lemah dan Media Tak Lagi Independen

Jakarta - Sejumlah tokoh dan aktivis pemrakarsa gerakan Rumah Kebangkitan Indonesia (RKI) menggelar acara syukuran, Selasa (8/1/2019).

Acara ini digelar dalam rangka memperingati satu tahun RKI, di Hotel Best Western Senayan, Mall Senayan Trade Center (STC), Jakarta Pusat.

Beberapa tokoh dan aktivis RKI turut hadir dalam acara tersebut. Diantaranya, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Djoko Santoso, mantan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Mayor Jenderal Polisi (Purn) I Gusti Made Putera Astaman, Aktivis Malari Hariman Siregar, Mayjen TNI (Purn) Prijanto, aktivis senior Hatta Taliwang dan lain-lain.

Dalam sambutannya, Hariman Siregar menyampaikan beberapa catatan kritis selama empat tahun rezim Jokowi berkuasa. Yang paling dia soroti adalah keberadaan masyarakat sipil atau "civil society" di Indonesia yang kian melemah.

"Potret bangsa saat ini civil society lemah, penegakan hukum lemah. Tidak ada media yang benar dan independen," kata Hariman.

Selain itu, dia juga mengkritik, partai-partai politik yang menurutnya tidak memberikan pendidikan yang baik untuk masyarakat.

Selanjutnya, aktivis legendaris ini juga menyampaikan pandangannya terkait kontestasi Pilpres 2019.

Hariman memprediksi, bahwa petahana Jokowi sulit untuk lanjut dua periode. Namun, dia mengaku ragu kondisi ekonomi Indonesia akan serta merta membaik.

"Jokowi (sepertinya) akan kalah, tapi persoalannya apakah setelah (penantang) menang, ekonomi akan membaik?," ucap Hariman.

Sehingga, menurutnya, di tengah ketidak pastian saat ini, ekonomi Indonesia harus mulai bangkit dan mandiri.

"Karena itu, ekonomi harus digerakkan dari oleh dan untuk rakyat. Pemilu (Pilpres) ini harus menghasilkan leader yang baik dan benar. Juga harus ada koreksi untuk konstitusi kita," beber Hariman.

Meski demikian, dia mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas politik di Tanah Air.

"Prinsip berikutnya adalah bagaimana pemenang dalam Pilpres bisa merangkul yang kalah," tutup Hariman.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top