Sate Klatak Warisan Sejak 1945

Berita9.com - Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia. Makanan berbahan daging yang dipotong kecil-kecil lalu ditusuk dengan lidi dan dibakar ini memiliki berbagai varian. Jika Anda ingin merasakan salah satu varian sate datanglah ke Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Nama sate asal Bantul tersebut adalah Sate Klatak. Di sepanjang jalan tepatnya di Jalan Imogiri Timur, Anda akan menjumpai banyak warung-warung di pinggir jalan yang menyajikan menu sate klatak.

Namun, salah satu yang patut Anda coba adalah Sate Klatak Pak Bari. Sate pak Bari yang terletak di Pasar Jejeran, Wonokromo, Pleret, Bantul ini sangat legendaris dan dapat dikatakan sebagai cikal bakal sate klatak di Imogiri Bantul.

Subari merupakan generasi ketiga dari neneknya Mbah Ambyah yang sudah berjualan sate sejak sebelum kemerdekaan 1945.

Saat itu, sang nenek berjualan sate dengan berjalan kaki memikul krombong dan berkeliling, tapi terus menetap di bawah pohon Waru yang sekarang jadi Pasar Jejeran.

Sate yang dijual oleh neneknya termasuk unik karena hanya menggunakan daging kambing dengan bumbu garam saja dan terkenal dengan istilah Sate Ndeso.

Daging kambingnya tidak boleh asal pilih, untuk mendapatkan rasa nikmat maka umur kambing 8 bulan sampai 9 bulan jadi pilihan.

Subari tetap mempertahankan resep warisan, ia hanya mengubah namanya menjadi Sate Klatak, tentunya tetap dengan kualitas daging kambing muda gemuk jadi pilihan penyajiaannya.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top