Visi Maritim Jokowi Tercoreng Pelabuhan Marunda

Berita9.com - Visi poros maritim di era Joko Widodo nampaknya perlu banyak dibenahi. Contohnya, gaduh Pelabuhan Marunda yang merugikan investor. Memperjelas potret ketidakpastian hukum di sektor maritim.

Patut diketahui, sengketa panjang terkait pengembangan Pelabuhan Marunda antara PT Karya Citra Nusantara (KCN) dengan pemegang sahamnya, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), saat ini, memasuki proses kasasi.

"Konsep Poros Maritim dan program Tol Laut yang mendukung peningkatan industri kemaritiman merupakan inisiatif yang sangat baik. Bahkan, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, hingga ke penjuru Timur yang selama ini menjadi anak tiri. Namun, konsep tersebut terkesan tidak dilindungi oleh payung hukum yang cukup kuat. Hal ini menyebabkan kisruh antara sisi pemerintah dan perangkatnya, serta mitra swasta yang diproyeksikan dapat mendukung visi pemerintah secara optimal, tidak berjalan dengan baik," kata pengamat hukum asal Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma, Febrinaldy Darmansyah.

Febrynaldi menyarankan, baik KCN dan KBN bisa menyelesaikan perselisihan ini dengan baik. Tentunya dengan dukungan berbagai pihak seperti kementerian teknis hingga para pemangku kepentingan di pemerintah. Jangan biarkan kisruh ini berlarut-larut dan menyebabkan citra buruk dalam kemudahan berinvestasi di Indonesia, terutama di industri kemaritiman.

Sementara pengamat Studi Ketahanan Kemaritiman Universitas Padjadjaran, Rizki Ananda Ramadan mengatakan, negara lain sedang berlomba-lomba untuk memajukan industri maritim dengan bermitra dengan banyak investor. Di Indonesia, kehadiran investor malah dibikin rumit dan dirugikan.

Kemudian, Direktur Eksekutif Nasional Maritime Institute (Namarim), Siswanto Rusdi mengatakan, Indonesia tidak mungkin membangun pelabuhan jika tidak ada investor. "Menurut saya hal ini aneh. Sekarang ada investor yang mau kembangkan industri maritim nasional melalui pembangunan pelabuhan, malah digugat," kata Siswanto.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top