Warga Gunungkidul Bersyukur Ada Air Keluar Dari Sawah

Berita9.com - Sebuah lubang di tengah persawahan Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul tiba-tiba menyemburkan air ke permukaan tanah.

Munculnya semburan air itu menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar. Sebab, Dusun Widoro Lor termasuk salah satu wilayah yang sering terdampak kekeringan di Gunungkidul.

Terlihat pipa berukuran 4 inch tampak berdiri di tengah persawahan yang kering kerontang. Ujung pipa tersebut mengeluarkan air bersih dengan debit yang cukup besar.

Warga sekitar memanfaatkan air yang keluar dari pipa untuk membasuh muka dan mencuci tangan. Tak hanya itu, beberapa warga turut membawa jerigen untuk mengambil air yang keluar dari pipa tersebut.

Suyadi (50), warga Dusun Garotan, Desa Bendung, Kecamatan Semin, menjelaskan kemunculan sumber air baru itu berawal dari pengeboran tanah untuk membuat sumur bor. Awal pembuatan umur bor itu untuk mengairi persawahan miliknya yang berlokasi di Dusun Widoro Lor.

"Sebenarnya saya sudah punya rencana ngebor air sejak 2 tahun lalu, karena di sini (Dusun Widoro Lor) sulit air. Setelah punya uang, rencana itu baru terealisasi kemarin Senin (19/8/2019)," katanya di persawahan Dusun Widoro Lor, Desa Bendung, Kecamatan Semin, Gunungkidul, Rabu (21/8/2019).

Ia kemudian menyewa jasa pengeboran dan mulai mengebor tanah pada hari Senin. Proses pengeboran tanah itu berlangsung dari jam 10 pagi sampai jam 4 sore.

"Sampai sore itu airnya belum muncul juga, padahal kedalamannya sudah 60 meter. Karena itu pengeboran dilanjut besoknya (Selasa 20/8/2019)," ucapnya.

"Pas Maghrib itu terdengar suara blupuk-blupuk dan tiba-tiba ada air menyembur ke atas, deras sekali itu airnya dan sangat bening," imbuh Suyadi.

Lebih lanjut, mendapati hal itu Suyadi bersama warga setempat langsung memasang pipa PVC pada lokasi semburan air. Menurutnya, pipa PVC yang terpasang memiliki panjang sekitar 3 meter dan pada ujung pipa ia pasang socket PVC agar semburan air lebih terarah.

"Saya sempat tanya tukang bornya, dan dia bilang baru menemui hal seperti ini di sini (Dusun Widoro Lor). Apalagi debit air yang keluar sangat besar dan bisa sampai menyembur seperti ini," ucapnya.

"Dan sampai sekarang airnya tidak berhenti, nonstop mas ini airnya," sambung Suyadi.

Karena tidak ada sumber air lain di Dusun Widoro Lor, akhirnya warga memanfaatkannya untuk kebutuhan sehari-hari. Mengingat Kecamatan Semin masuk dalam wilayah terdampak kekeringan.

"Kalau mau ambil air ini silakan, gratis, karena di sini (Dusun Widoro Lor) memang sulit air. Dan untuk kedepannya akan dimanfaatkan untuk pertanian agar lahan ini bisa ditanami sayuran seperti terong dan lombok," katanya.

Salah seorang warga Desa Bendung, Suratman mengatakan sebelumnya ia tidak mengetahui adanya sumber air baru di desanya.

"Saya lihat tadi kok airnya jernih sekali, terus saya coba minum langsung ternyata rasanya agak manis dan segar. Malah kalau menurut saya air ini lebih segar dari air mineral kemasan itu," katanya di persawahan Dusun Widoro Lor.

Hal senada juga diungkapkan oleh Elmiyatun (60). Warga Dusun Garotan, Desa Bendung ini menyebut adanya sumber air baru ini, warga dapat bercocok tanam saat musim kemarau. Apalagi, lahannya berada tepat di samping lahan milik Suyadi.

"Biasanya dalam setahun saya bisa 2 kali tanam padi, dan dengan adanya air yang menyembur ini bisa untuk menanam palawija," katanya.

Secara terpisah Wakil Bupati (Wabup) Gunungkidul, Immawan Wahyudi akan memerintahkan OPD terkait untuk memastikan sumber air itu dapat digunakan secara permanen atau tidak.

Immawan mengatakan ia telah menerima informasi terkait adanya sumber air di Dusun Widoro Lor. Menurutnya, hal tersebut adalah anugerah dari Tuhan karena sebelum selesai mengebor air sudah menyembur dengan sendirinya.

"Harus kita pahami juga secara religius bahwa itu (semburan air) adalah karunia, anugerah dari Allah. Tapi perlu juga pemahaman teknis dengan menelitinya, apakah itu (semburan air) bisa bertahan lama ataukah itu hanya kebetulan," katanya.

"Karena kalau fenomena seperti itu tidak segera diteliti bisa saja tiba-tiba (semburan) airnya hilang, dan kedepannya akan sulit untuk mengeluarkan lagi (air sari lubang di persawahan Dusun Widoro Lor)," imbuh Immawan.

Karena itu, ia akan berkoordinasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gunungkidul untuk mengirimkan tim khusus guna meneliti fenomena semburan air tersebut. Hal itu untuk memastikan semburan air di Dusun Widoro Lor dapat berlangsung secara permanen dan dapat dimanfaatkan oleh warga.

"Karena itu saya akan minta tolong Pak Sekda (Kabupaten Gunungkidul) untuk segera kirim tenaga yang cukup mempuni untuk memahami fenomena itu. Karena kita ingin memanfaatkannya untuk kebutuhan air minum warga," pungkasnya.

(**/IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top