Warga Harus Jalan Kaki 2 KM Cari Air di Musim Kemarau

Berita9.com - Selama dua bulan, warga Ponorogo kesulitan air bersih. Mereka rela berjalan kaki sejauh 1 KM ke desa lain demi mendapatkan air bersih.

Seperti yang dialami warga Dusun Banyuripan, Desa Duri, Kecamatan Slahung. Karena sumber air di desanya tidak mengeluarkan air, mereka rela berjalan kaki ke desa lain. 

"Iya harus ke desa tetangga kalau mau air bersih," tutur salah satu warga setempat, Dwi Mahmudin di lokasi, Kamis (11/7/2019).

Dwi bersama warga lain pun harus membawa air dalam jerigen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jalan setapak serta beratnya beban air dalam jerigen menjadi teman dalam perjalanan mencari air. 

Menurutnya, kekeringan pasti terjadi di desanya ketika memasuki musim kemarau. Fenomena ini terjadi sejak puluhan tahun silam.

"Sumber air yang di desa lain ini bisa mencukupi kebutuhan air 41 KK," jelas dia.

Dwi menambahkan guna menghemat air, warga desa pun terpaksa mengurangi pemakaian air. Sperti mandi, mencuci pakaian serta memasak. 

"Mandi cuma sekali, mencuci pun jarang," imbuh dia. 

Dwi mengatakan dirinya harus memasok air bersih lebih banyak. Sebab untuk memberi minum hewan ternak miliknya. 

"Ya Alhamdulilahnya sekarang ada bantuan kiriman air bersih dari BPBD Ponorogo, seminggu dua kali pengiriman," tukasnya. 

Dwi berharap selain dropping dan mengandalkan sumber air desa lain, Pemkab bisa membuat sumur dalam untuk warga. 

"Tahun lalu sudah coba ngebor sumur, kedalaman 98 meter belum keluar airnya. Harapannya segera dibuatkan sumur dalam supaya warga tidak kesulitan air lagi," pungkas dia. 

(IST)

Rate this item
(0 votes)
Go to top