WHO Gelar Rapat Darurat Atasi Penyebaran Virus Corona

Berita9.com - World Health Organization  atau WHO mengadakan pertemuan darurat hari ini, Rabu 22 Januari 2020 untuk membahas mengenai virus korona (nCov) penyebab pneumonia misterius dari Wuhan, China. Hal ini diungkap oleh Director General WHO, Tedros Adhanom melalui akun twitter resminya.

"Saya mengadakan Komite Darurat untuk memastikan novel #coronavirus (2019-nCov) merupakan sebuah kedaruratan dalam kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian secara internasional dan cara mengatasinya untuk mengelola wabah tersebut," tulisnya yang langsung di unggah ulang oleh akun resmi WHO. 

Penyakit pneumonia misterius ini sudah menjangkiti hingga 59 orang dan 2 diantaranya meninggal dunia. Negara-negara Asia lainnya pun turut diduga kuat mengalami penyebaran kasus ini.

"Pada 20 Januari 2020, Korea Selatan melaporkan kasus pertama dari nCov yang berasal dari pelancong yang baru saja datang dari Wuhan," tulis akun WHO.

Meski tak dilaporkan lagi adanya kasus baru di Wuhan, China, namun tak dimungkiri kasus impor ke negara lain sudah kian meluas. Bahkan, hari ini dilaporkan kasus virus corona yang positif pada satu orang di Amerika Serikat.

"Hari ini, Amerika Serikat melaporkan kasus nCov pertama yang berasal dari pelancong yang baru kembali dari Wuhan," tulis akun resmi itu lagi.

Sampai saat ini, penularan virus corona diduga kuat dari hewan ke manusia. Namun, Kepala Komisi Kesehatan Nasional, Zhong Nanshan, mengatakan bahwa pasien mungkin telah tertular virus baru itu tanpa berkunjung ke Wuhan, yang artinya bisa menular antar manusia ke manusia.

Virus dari kota Wuhan ini telah menyebabkan sembilan warga China meninggal. Otoritas kesehatan nasional China mengatakan virus ini bisa bermutasi.

Wakil Ketua Komisi Kesehatan Nasional China, Li Bin, pada Rabu (22/1/2020), mengatakan potensi mutasi virus ini meningkatkan risiko lebih banyak orang yang terinfeksi.

“Baru-baru ini, jumlah kasus yang dikonfirmasi dari virus telah meningkat secara signifikan, tetapi ini tidak diragukan lagi karena fakta bahwa kita menjadi semakin sadar akan virus tersebut, dan telah meningkatkan metode penyaringan dan pasokan reagen diagnostik di seluruh negeri," kata Li saat konferensi pers.

Li memberi tahu wartawan bahwa jumlah kasus yang dikonfirmasi dari jenis baru coronavirus di China telah mencapai 440. Sembilan orang, kata dia, telah meninggal akibat virus yang secara resmi belum diberi nama tersebut.

“Spesialis telah menemukan bahwa kasus virus kebanyakan di Wuhan. Kasus penularan dari manusia ke manusia telah terdeteksi, demikian pula dengan infeksi petugas medis," kata Li, seperti dikutip Sputniknews.

Kasus pneumonia yang disebabkan oleh coronavirus ini telah dilaporkan muncul di Thailand, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Amerika Serikat. Mereka yang terjangkit memiliki riwayat telah melakukan perjalanan dari Wuhan.

Negara-negara di seluruh dunia telah meningkatkan prosedur penyaringan atau skrining di bandara internasional dalam persiapan menghadapi kedatangan wisatawan China selama liburan Tahun Baru Imlek.

(**/IST)

 

 

Rate this item
(0 votes)
Go to top